Breaking News:

Transportasi

Pembangunan LRT Jabodebek Sudah 73 Persen, Diproyeksi Bisa Beroperasi Juni 2022

Dengan teknologi yang digunakan pada LRT Jabodebek, tiap harinya akan mampu mengangkut 180.000 penumpang pada tahun pertama beroperasi.

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Pengangkatan kereta LRT Jabodebek di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (13/10/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan monitoring risiko atas jaminan yang diberikan kepada proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. 

Dirjen DJPPR Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan, hasilnya, progres LRT Jabodebek saat ini telah mencapai 73 persen secara keseluruhan. 

"Ditargetkan beroperasi pada Juni 2022," ujarnya melalui laman kemenkeu.go.id, Senin (26/4/2021). 

Baca juga: Inovasi dan Kolaborasi Perkuat Eksistensi Brand ROUNN di Pasar Fesyen Lokal dan Luar Negeri

Baca juga: Dua Rider Pertamina Mandalika Raih Hasil Positif di Seri Pembuka FIM CEV Moto2

Sejalan dengan target operasi tersebut, mulai Oktober 2020, rangkaian kereta LRT Jabodebek telah melakukan uji perjalanan manual pada lintas pelayanan (LP) 1 Cibubur – Cawang yang berada di sisi tol Jagorawi. 

"Pengujian tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap menjadi operasi tanpa masinis," kata Luky. 

Dengan teknologi ini, jarak kedatangan kereta di LP 3 atau Cawang – Dukuh Atas akan menjadi jalur kereta paling cepat, yaitu tiap 3 menit sekali pada jam sibuk dan pada LP 1 dan 2 adalah tiap 6 menit. 

Dengan teknologi yang digunakan pada LRT Jabodebek, tiap harinya akan mampu mengangkut 180.000 penumpang pada tahun pertama beroperasi. 

Baca juga: Kabinda Gugur Ditembak di Papua, Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi KKB di Indonesia

Baca juga: Peneliti Sarankan Telkomsel Tahan Diri untuk Investasi Besar Sebelum Merger Gojek-Tokopedia Terwujud

Setelah beroperasi, LRT akan melengkapi sarana transportasi masal berbasis rel di area Jakarta, sebagaimana telah diterapkan pada kota-kota metropolitan lain di dunia. 

Sebagai informasi, Luky menambahkan, tahun 2015 telah menjadi momentum peluncuran moda transportasi perkotaan dengan basis rel sebagai solusi mengurangi kemacetan di kota-kota besar. 

Beberapa proyek utama yang telah diluncurkan pemerintah yaitu pembangunan LRT Jabodebek serta Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang dikembangkan dengan skema business to business. 

Baca juga: Penjualan Mobil pada Maret Tembus Lebih Dari 85.000 Unit, Begini Penjelasan Gaikindo

"Khusus pada proyek LRT Jabodebek, pemerintah melalui Kementerian Keuangan tidak hanya memberikan dukungan fiskal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Namun, juga melalui jaminan pemerintah atas pinjaman sindikasi sebesar Rp 18,1 triliun, pinjaman transaksi khusus sebesar Rp 1,15 triliun, serta tambahan pendanaan pembangunan depo sebesar Rp 4,2 triliun," pungkas Luky.

Yanuar Riezqi Yovanda

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved