Selasa, 12 Mei 2026

Wawancara Eksklusif

Ketua DPRD Cianjur Ganjar Ramadhan Dari Guru Honorer Hingga Jadi Ketua DPRD Termuda se-Indonesia 

Umurnya genap 33 tahun, kemarin. Kendati menyandang status Ketua DPRD termuda, Ganjar mengaku percaya diri.

Tayang:
Editor: Lucky Oktaviano
Wartakotalive.com/Yulianto
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Ganjar Ramadhan merupakan Ketua DPRD Termuda di Indonesia. Meski usianya baru menginjak 33 tahun, Ganjar yakin hal itu tak jadi halangan. Dia fokus pada masalah IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Kabupaten Cianjur menempati urutan kedua terendah untik IPM di Jawa Barat. Ganjar bertekad meningkatkan IPM baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIANJUR -- Siapa Ketua DPRD termuda di Indonesia? Ya, dialah Ganjar Ramadhan.

Politisi Partai Gerinda menjadi orang nomor satu di legislatif Kabupten Cianjur.

Umurnya genap 33 tahun, kemarin. Kendati menyandang status Ketua DPRD termuda, Ganjar mengaku percaya diri.

Kepada tim Warta Kota, pria kelahiran Cianjur, 22 April 1988 ini menceritakan perjalanan kariernya hingga terjun ke dunia politik.

Ganjar mengawalinya dengan menjadi guru honorer pada salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri di Cianjur.

Apa yang menjadi target Ganjar setelah memimpin DPRD? Apakah kepemimpinannya berpihak kepada rakyat?

Berikut wawancara eksklusif Warta Kota dengan Ketua DPRD termuda se-Indonesia, Ganjar Ramadhan:

Bisa diceritakan kepada pembaca kami bagaimana latar belakang Anda sebelum dikenal sebagai Ketua DPRD dan politisi partai Gerindra?

Saya lahir di Cianjur pada 22 April 1988. Jadi sebentar lagi saya ulang tahun ke-33 (kemarin--red).

Tempat lahir saya di Kampung Cilaku Empang, Desa Sukasari. Di situ tempat pembuatan pengepul emping.

Ibu saya guru SD dan ayah seorang petani. Saya sekolah di SDN Cilaku 1, SMP Negeri Cilaku, SMPN Cilaku lalu lanjut di MTs, kemudian masuk SMAN Cibeber.

Setelah itu, saya kuliah di Universitas Surya Kencana jurusan PJKR (Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi).

Pada 2009, saat masih kuliah saya juga jadi guru honorer sampai 2013. Kehidupan sebagai guru honorer ternyata susah.

Selain pendapatan kecil, perjuangan untuk jadi PNS juga enggak gampang, tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Ada yang butuh 10 tahun, bahkan ada yang 16 tahun. Cuma ada beberapa teman saya yang sudah masuk tenaga honorer kategori 2 (K2) dan ada juga sebagian jadi PNS yang diangkat dari K2.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved