Kolom Trias Kuncahyono

Covid-19 dan Tragedi India

Gelombang tsunami kedua mendongkrak India ke posisi kedua sebagai negara terparah akibat Covid-19 (nomor 1 AS, nomor 3 Brasil yang digeser India.

Istimewa
Korban Covid-19 di India dikremasi. 

Pada pertengahan Februari, India menghitung rata-rata 11.000 kasus sehari.

Rata-rata kematian harian selama tujuh hari karena penyakit tersebut telah turun hingga di bawah 100.

Ada euphoria keberhasilan. Para politisi, pembuat kebijakan, dan media percaya bahwa India benar-benar keluar dari masalah.

Pejabat bank sentral bahkan mengatakan, ekonomi “muncul di tengah bayang-bayang musim dingin yang memanjang menuju suatu tempat di bawah sinar matahari”. PM Modi disebut sebagai “guru vaksin”.

Maka adalah masuk akal kalau kedatangan 160 orang India (153 WNA, 7 WNI keturunan India) ke Indonesia dengan menggunakan pesawat carter, menimbulkan kehebohan, ketika larangan mudik diberlakukan pemerintah.

Apalagi, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman menjelaskan sebanyak 12 dari 153 WNA itu  positif Covid-19.

Lima Penyebab

Ritual mandi keagamaan di India (foto: Istimewa)

Tsunami gelombang kedua Covid-19, terjadi baik karena faktor manusia maupun faktor virus.

Sekurang-kurangnya ada lima penyebab terjadinya tsunami kedua Covid-19 kali ini (India Today, 2 April 2021).

Pertama, menurut para ahli di John Hopkins Medicine, perilaku manusia adalah faktor utama pandemi Covid-19 gelombang kedua.

Kebijakan lockdown ketat tahun lalu, dibarengi penerapan ketat protokol kesehatan, benar-benar sangat efektik memutus mata rantai penularan.

Kedua, ketika kasus mulai menurun, orang mulai lengah. Mereka mengendorkan protokol kesehatan.

Di mana-mana, orang tak bermasker. Aturan dilonggarkan.

Para pejabat pemerintah dan partai pun, tak peduli protokol kesehatan. 

Bahkan dilakukan pemilu di beberapa negara bagian—Assam, Benggala Barat, Kerala, Tamil Nadhu, dan Puducherry.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved