Breaking News:

Asuransi

Waduh, 3 Juta Peserta Tidak Lanjutkan Asuransi Unit Link Akibat Kesulitan Financial di Masa Pandemi

Jumlah pemegang polis yang anjlok tersisa 4 juta ini juga karena tidak adanya banyak peserta baru akibat ramai berita kerugian produk unit link

thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, jumlah produk asuransi yang dikaitkan investasi (PAYDI) atau unit link anjlok menjadi hanya sisa 4 juta pemegang polis di akhir 2020.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah mengatakan, jumlah tertanggung PAYDI di 2020 tersebut menurun drastis 3 juta peserta dari rata-rata 7 juta pemegang polis tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau di 2020 turun drastis ada kaitannya dengan kondisi Covid-19. Banyak yang tidak lanjutkan program ini, banyak putus di tengah jalan atau sudah jatuh tempo," ujarnya dalam Media Briefing dengan tema “Produk Asuransi Unit Link dan Pengawasannya oleh OJK” secara virtual, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Aturan Pemilihan Saham untuk Investasi Unit Link Paling Lama Keluar di Juni 2021

Baca juga: IPW Minta Penyidik KPK yang Peras Wali Kota Tanjungbalai Dijerat Hukuman Mati

Jumlah pemegang polis yang anjlok tersisa 4 juta ini juga karena tidak adanya banyak peserta baru akibat ramai berita kerugian produk unit link di media sosial (medsos).

"Sebenarnya jumlah (kasus) ini tidak signifikan, ramainya di media, di medsos. Ketika kita panggil perusahaan asuransi, kita klarifikasi, semua aduan di medsos tidak benar, yang lain cuma meramaikan," kata Ahmad.

Sementara itu, dia menambahkan, kontribusi lini usaha unit link dari sisi penerimaan premi cukup besar yakni hampir 50 persen keseluruhan industri asuransi.

Baca juga: Vaksinasi Pedagang Pasar Digencarkan untuk Tumbuhkan Rasa Aman Belanja di Pasar

Baca juga: Tiga Perusahaan Indonesia Jadi Investor Grab, Bukti Startup Milik Anthony Tan Akan Jadi Super Apps

"Dalam perolehan cukup besar kontribusi ke total penerimaan premi, di 2018 sampai 2020 ada Rp 100 triliun untuk premi PAYDI. Ini setengahnya dibandingkan total premi nasional Rp 200 triliun, hampir separuhnya untuk premi PAYDI," pungkasnya.

Ada risiko besar

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpesan atau mewanti-wanti bahwa produk unit link pada dasarnya adalah sebuah produk yang menawarkan fleksibilitas untuk memperoleh proteksi asuransi sekaligus melakukan investasi. 

Sebagaimana investasi, calon konsumen harus memahami bahwa dana investasi dalam unit link memiliki risiko naik dan turun nilainya tergantung pada jenis investasi yang dipilih. 

Halaman
12
Penulis:
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved