Investasi

OJK Wanti-wanti Produk Unit Link, Ada Risiko Besar Bagi Nasabah

Apabila terbukti terdapat kesalahan perusahaan dalam melakukan penjualan produk asuransi, OJK meminta perusahaan untuk mengganti kerugian nasabah

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
ILUSTRASI Asuransi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpesan atau mewanti-wanti bahwa produk unit link pada dasarnya adalah sebuah produk yang menawarkan fleksibilitas untuk memperoleh proteksi asuransi sekaligus melakukan investasi

Sebagaimana investasi, calon konsumen harus memahami bahwa dana investasi dalam unit link memiliki risiko naik dan turun nilainya tergantung pada jenis investasi yang dipilih. 

"Biasanya perusahaan asuransi akan menawarkan jenis-jenis investasi yang dapat dipilih seperti investasi saham, pendapatan tetap, pasar uang, investasi campuran, dan investasi syariah," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi melalui keterangan tertulis, Senin (19/4/2021). 

Baca juga: OJK: Industri Asuransi Masih Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: OJK Sebut Insurtech Bawa Harapan untuk Mendongkrak Penetrasi Industri Asuransi 

Sementara, merespon adanya keluhan nasabah asuransi tentang menurunnya dana yang ditempatkan dalam produk asuransi unit link, OJK telah melakukan pertemuan untuk meminta klarifikasi dan penjelasan detil. 

Pertemuan klarifikasi terkait hal ini dengan mengundang sejumlah perusahaan asuransi yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat dan pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). 

Baca juga: Kuartal Pertama 2021, Pembelian Tiket Pesawat dan Booking Hotel di Tiket.com Melesat 300 Persen

Baca juga: Mata Uang Kripto Makin Ramai, Kali Ini Giliran Dogecoin Siap Melawan Dominasi Bitcoin

"OJK meminta perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera melakukan langkah-langkah penyelesaian pengaduan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Riswinandi. 

Apabila terbukti terdapat kesalahan perusahaan dalam melakukan penjualan produk asuransi, OJK meminta perusahaan untuk mengganti kerugian nasabah sepenuhnya. 

Baca juga: Analis: Tergiur Dapat Uang Tanpa Bekerja Jadi Sebab Maraknya Investasi Bodong

"Nah sebelum memutuskan untuk membeli asuransi unit link, pahami dulu profil dan risiko asuransi unit link ya," katanya

Asuransi tumbuh di masa pandemi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya menyatakan, pandemi Covid-19 membuat berbagai sektor industri kena dampak seiring dengan pelemahan pasar dan daya beli masyarakat menurun. 

Tak terkecuali di Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang di sepanjang 2020 diperkirakan mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5,39 persen secara year on year (yoy). 

Namun demikian, kinerja industri asuransi menjadi satu pengecualian di antara sub sektor IKNB yang lain dengan tetap tumbuh di tengah tekanan pandemi. 

“Kondisi jauh lebih bagus bisa kita lihat di industri asuransi, dalam catatan kami di sepanjang 2020 lalu aset industrinya mampu tumbuh 6,34 persen menjadi Rp 1.409,75 triliun," ujar Kepala Departemen Pengawas IKNB I B OJK Heru Juwanto dalam "Webinar Insurtech", dikutip Kamis (15/4/2021). 

Baca juga: MG Pamer Mobil Listrik ZS EV di IIMS Hybrid 2021

Selanjutnya, dia menjelaskan, total nilai premi yang dibukukan juga tumbuh menjadi Rp 499,23 triliun hingga akhir tahun.

Kendati demikian, Heru mencatat tingkat penetrasi industri asuransi nasional masih tergolong rendah yakni 3 persen per Februari 2021 dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand. 

Kondisi itu disebutkannya masih menjadi tantangan yang harus dijawab oleh para pelaku industri asuransi, sekaligus juga peluang ke depan dengan berbagai inovasi. 

Baca juga: Menang Tender, Elon Musk Siap Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Bulan

“Dari sini kita bisa lihat secara perlahan pelaku insurance technology (insurtech) mulai mengisi peluang ini dalam dua sampai tiga tahun belakangan. Tentu ini hal yang bagus dan perlu didukung oleh semua pihak," pungkasnya

Yanuar Riezqi Yovanda

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved