Breaking News:

Berita internasional

Venezuela Bayar Uang Muka 64 juta Dolar AS untuk Dapatkan Vaksin COVAX

GAVI merupakan salah satu dari sejumlah inisiator program COVAX, termasuk diantaranya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tribunnews.com
Vaksin Covid-19 dari program vaksinasi Covid-19 global Covax, sedang dalam proses pengiriman 

Wartakotalive.com - Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengumumkan pada hari Sabtu lalu bahwa negara itu telah membayar 64 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setengah dari jumlah yang diminta untuk mendapatkan dosis vaksin virus corona (Covid-19) melalui Fasilitas COVAX.

"Anda tahu bahwa mekanisme COVAX membutuhkan uang muka, Venezuela bahkan telah menggandakan jumlah uang muka yang diminta. Pemerintah telah menyetor 59,2 juta franc Swiss (64 juta dolar AS) ke rekening GAVI," kata Rodriguez.

Perlu diketahui, GAVI merupakan salah satu dari sejumlah inisiator program COVAX, termasuk diantaranya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

COVAX merupakan skema yang didirikan untuk meningkatkan akses bagi negara-negara berpenghasilan rendah untuk mendapatkan vaksin.

Kendati telah membayar uang muka pengadaan vaksin itu, Rodriguez tidak menyebutkan terkait rincian dana apa yang digunakan pemerintah untuk membayar vaksin.

Dikutip dari laman Reuters, Senin (19/4/2021), dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Venezuela telah mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin oposisi untuk mendapatkan vaksin melalui COVAX menggunakan dana yang selama ini telah dibekukan AS.

Namun upaya tersebut semakin rumit karena penolakan dari Presiden Nicolas Maduro terhadap vaksin AstraZeneca, menyusul laporan terjadinya pembekuan darah pada peserta vaksinasi di negara lain.

Sebelumnya. COVAX mengatakan bahwa mereka telah menyisihkan dosis vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Venezuela.

Dalam pengumumannya, Rodriguez menyampaikan bahwa otoritas kesehatan Venezuela sedang mengevaluasi vaksin mana yang akan diterima negara tersebut.

Ini dilakukan dengan mempertimbangkan munculnya berbagai varian Covid-19, termasuk varian yang berasal dari Brazil.

Halaman
12
Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved