Breaking News:

Berita Bogor

Pemkot Bogor Undang 12 Pemilik Lahan untuk Pelebaran Jalan Pajajaran, Ini Penjelasan Dedie A Rachim

Pemkot Bogor undang 12 pemilik lahan untuk pelebaran Jalan Pajajaran, Ini penjelasan Dedie A Rachim.

Dok. Pemkot Bogor
Pemkot Bogor undang 12 pemilik lahan untuk pelebaran Jalan Pajajaran, Ini penjelasan Dedie A Rachim. 

RINGKASAN BERITA: 

  • Pemkot Bogor terus melanjutkan pelebaran ruas Jalan Pajajaran.
  • Pelebaran Jalan Pajajaran tahun ini sepanjang 200 meter. Dimulai dari segmen Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) hingga Burger King.
  • Pemkot Bogor undang 12 pemilik lahan untuk penyelarasan geometri segmen KSB-Burger King.
  • Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, sebut ke-12 bangunan di segmen KSB-Burger King harus mundur 1,5 hingga 3 meter.

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Pemkot Bogor Undang 12 Pemilik Lahan untuk Pelebaran Jalan Pajajaran, Ini Penjelasan Dedie A Rachim

Pelaksanaan pelebaran ruas Jalan Raya Pajajaran dari simpang Warung Jambu hingga Lippo Keboen Raya terus berlanjut.

Salah satu ruas yang akan dikerjakan tahun ini ada pada segmen Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) hingga Burger King sepanjang sekitar 200 meter.

Di sepanjang ruas itu, ada sekitar 12 bangunan yang berdiri. Sehingga perlu adanya penyelarasan geometri pada segmen tersebut.

Sebetulnya, sosialisasi terhadap pemilik 12 bidang tersebut sudah dilakukan sejak 2019.

Namun, adanya refocusing anggaran, sehingga tak bisa dilanjut ke pengerjaan.

Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Hingga Idul Fitri, Pemkot Bogor Upayakan 4 Hal, Ini Penjelasan Dedie A Rachim

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan, untuk penyelarasan geometri tersebut, ke-12 bangunan aktif itu harus dimundurkan pada bagian depan. 

Kemundurannya berjarak 1,5 hingga 3 meter ke dalam.

"Sudah bertahun - tahun juga ruas jalan itu hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan saja, kurang nyaman. Jadi ini semua untuk kepentingan bersama," kata Dedie A Rachim.

"Di samping itu ada program APBN dari Kementerian PUPR yang harus kita sambut bersama," tambahnya usai rapat koordinasi dan sosialisasi perbaikan saluran drainase, pedestrian, dan penyelarasan geometri Jalan Pajajaran area KSB hingga Burger King di Balai Kota Bogor, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Pemkot Bogor Ungkap Survei Kepuasan Pasien RS Lapangan Covid-19 Kota Bogor, Kepuasan Meningkat

Menurut Dedie A Rachim, bila penyelarasan geometri hingga pelebaran jalan di ruas itu terwujud, maka jalur akan lebih lancar dari efek bottleneck.

Apalagi, pedestrian yang akan dibangun nantinya akan terintegrasi dengan jalur sepeda yang juga akan diproyeksikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

"Disampaikan juga, waktu pemunduran pagar itu diharapkan di bulan ini. Juga kemudian nanti utilitas publik nanti disesuaikan, seperti Telkom, PLN dan juga PDAM. Tinggal nanti kesiapan dari para pemilik lahan untuk menyesuaikan dengan kondisi atau langkah yang diambil secara teknis di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Bogor Terima Penghargaan Perencanaan Daerah di Musrenbang Jawa Barat, Ini Kata Dedie A Rachim

Dedie A Rachim menyatakan bahwa penyelarasan juga dilakukan untuk beberapa billboard atau reklame yang berdiri di ruas jalan tersebut.

Untuk semua pekerjaan itu, Pemkot Bogor menargetkan pada akhir Mei nanti bisa terselesaikan. Sehingga perbaikan saluran drainase dan pembangunan pedestrian bisa di mulai.

Pemkot Bogor mengundang 12 pemilik lahan untuk membahas pelebaran Jalan Pajajaran.
Pemkot Bogor mengundang 12 pemilik lahan untuk membahas pelebaran Jalan Pajajaran. (Dok. Pemkot Bogor)

Pelaksanaan pembongkaran bagian depan ke-12 bangunan untuk dimundurkan itu akan dilaksanakan dengan perbantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor jika diperlukan.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menjelaskan, secara menyeluruh pembangunan pedestrian dari simpang Warung Jambu hingga ke seberang rumah dinas Wali Kota Bogor ini sudah banyak dilakukan pengerjaan fisiknya.

Baca juga: Buka Raker Pramuka Kota Bogor 2021, Ini Pesan Penting dari Kak Dedie A Rachim

Rata - rata lebar trotoar yang akan dibangun kurang lebih sekitar 3 meter.

"Masih banyak beberapa yang harus diselesaikan di lapangan, termasuk juga titik yang sedikit krusial adalah di antara KSB sampai kepada Burger King ini. Kebutuhan lahan untuk trotoar ini sebenarnya 3 meter untuk penyeragaman dari titik tersebut. Dan kondisi sekarang sebenarnya sangat mengganggu karena ada penyempitan badan jalan disitu," jelasnya.

Baca juga: Dedie A Rachim Minta Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Tingkatkan Jumlah Pelanggan, Dapat Dana Rp 16 M

Kondisi eksisting saat ini, sambung Chusnul, memang garis sempadan pagar (GSP) di 12 bangunan tersebut terlalu maju.

Sehingga terjadi penyempitan jalan. Jika GSP sudah selaras, maka pembangunan pedestrian dan normalisasi saluran air juga berjalan sesuai rencana.

"Nah, ini yang saat ini dibutuhkan untuk kejelasan dari pemilik lahan untuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan di Kota Bogor. Pembangunan ini juga untuk memudahkan masyarakat untuk melewati jalan tersebut untuk bisa menggunakan badan jalan," pungkasnya.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved