Breaking News:

Breaking News

BREAKING NEWS: Sempat Padam Sejak September 2020, Api Abadi Mrapen Dipastikan Kembali Menyala

Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah memastikan, api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, kembali menyala.

Antara Foto/Yusuf Nugroho
Foto dok: Anggota BPBD mengecek kondisi situs Api Abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANG -- Api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah padam sejak September 2020.

Padamnya Api Abadi Mrapen otomatis menggugurkan sebutan "abadi", yang sudah bertahan sejak puluhan tahun lalu.

Namun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo pantang menyerah, dan tidak tinggal diam berpangku tangan.

Video: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Tinjau Lokasi Pascakebakaran di Jalan Keadilan

Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan api yang sempat padam selama hampir delapan bulan itu bisa menyala kembali.

Dan akhirnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, kembali menyala setelah sempat padam sejak September 2020.

"Kami secara teknis berupaya keras dari bulan Februari, Maret, April 2021 atas petunjuk dan dukungan kuat dari Bapak Gubernur dan besok pagi beliau akan mencoba menghidupkan kembali api abadi Mrapen," kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko di Semarang, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Benarkah Api Abadi Mrapen Padam Akibat Penggalian? Berikut Penjelasan Ahlinya

Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah Api Abadi Mrapen Padam, Pertanda Apa?

Ia menjelaskan upaya yang dilakukan jajarannya untuk menyalakan kembali api abadi Mrapen antara lain, upaya teknis mencari jebakan gas dan pola distribusi aliran gas dan volume gas yang dapat ditemukan melalui pendugaan di bawah permukaan.

Selain juga melalui pemetaan geologi permukaan, dan pengukuran geolistrik tiga dimensi ke bawah yang bertujuan untuk meyakini sekali lagi adanya sumber reservoir atau tempat menyimpan barang-barang cadangan seperti air dan bahan bakar gas yang menjebak gas di bawah permukaan tanah.

"Akhirnya kita meyakini jebakan gas dan pola distribusi aliran gas. Dari proses itu lalu kita melakukan pemboran yang pemborannya bersifat ekplorasi," ujarnya.

Baca juga: Ganjar Lakukan Simulasi Pembayaran Zakat bersama Ketua Baznas Jateng

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved