Breaking News
BREAKING NEWS: Sempat Padam Sejak September 2020, Api Abadi Mrapen Dipastikan Kembali Menyala
Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah memastikan, api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, kembali menyala.
WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANG -- Api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah padam sejak September 2020.
Padamnya Api Abadi Mrapen otomatis menggugurkan sebutan "abadi", yang sudah bertahan sejak puluhan tahun lalu.
Namun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo pantang menyerah, dan tidak tinggal diam berpangku tangan.
Video: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Tinjau Lokasi Pascakebakaran di Jalan Keadilan
Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan api yang sempat padam selama hampir delapan bulan itu bisa menyala kembali.
Dan akhirnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, kembali menyala setelah sempat padam sejak September 2020.
"Kami secara teknis berupaya keras dari bulan Februari, Maret, April 2021 atas petunjuk dan dukungan kuat dari Bapak Gubernur dan besok pagi beliau akan mencoba menghidupkan kembali api abadi Mrapen," kata Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko di Semarang, Senin (19/4/2021).
Baca juga: Benarkah Api Abadi Mrapen Padam Akibat Penggalian? Berikut Penjelasan Ahlinya
Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah Api Abadi Mrapen Padam, Pertanda Apa?
Ia menjelaskan upaya yang dilakukan jajarannya untuk menyalakan kembali api abadi Mrapen antara lain, upaya teknis mencari jebakan gas dan pola distribusi aliran gas dan volume gas yang dapat ditemukan melalui pendugaan di bawah permukaan.
Selain juga melalui pemetaan geologi permukaan, dan pengukuran geolistrik tiga dimensi ke bawah yang bertujuan untuk meyakini sekali lagi adanya sumber reservoir atau tempat menyimpan barang-barang cadangan seperti air dan bahan bakar gas yang menjebak gas di bawah permukaan tanah.
"Akhirnya kita meyakini jebakan gas dan pola distribusi aliran gas. Dari proses itu lalu kita melakukan pemboran yang pemborannya bersifat ekplorasi," ujarnya.
Baca juga: Ganjar Lakukan Simulasi Pembayaran Zakat bersama Ketua Baznas Jateng
Menurut dia, ada dua titik yang dilakukan pengeboran dengan kedalaman masing-masing 40 meter hingga akhirnya terjadi semburan gas dan air, namun setelah ditangani, tekanan gas melemah.
Kemudian, pihaknya juga melakukan pembersihan dan pengeboran yang lebih dalam hingga pada kedalaman 42 meter.
"Hingga akhirnya tekanan kuat dan kemudian kita bersihkan sumurnya. Kita orientasikan aliran fluida-nya yang kemudian diikuti oleh aliran gas," katanya.
Berdasarkan hal itu, Dinas ESDM Jateng menyakini gas yang berada di aliran bawah permukaannya terorientasi kembali ke satu titik bor dan membersihkan sumur bor kedua karena memang memiliki tekanan yang tinggi sehingga reservoirnya bersih dan gasnya mengalir kuat di satu tempat.
Baca juga: Api Obor Asian Games 2018 Diarak di Semarang dari Mrapen
"Inilah yang kemudian di dalam kawasan api abadi Mrapen itu, kita yakini nanti bakal akan hidup lagi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mrapen-mati.jpg)