Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Vaksin Nusantara Dikembangkan di AS dan Diuji Coba di Indonesia, Satgas Minta Koordinasi dengan BPOM

Semua vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat, harus mendapatkan izin dari BPOM, terutama dalam aspek keamanan, efikasi, dan kelayakan.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers Setpres/Kris
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, pada prinsipnya pemerintah mendukung pengembangan vaksin Covid-19 selama memenuhi kriteria. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, vaksin Nusantara dikembangkan di Amerika Serikat dan diuji cobakan di Indonesia.

Pernyataan Wiku tersebut merespons polemik vaksin Nusantara yang digagas Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Vaksin Nusantara adalah jenis vaksin yang dikembangkan di Amerika dan diuji cobakan di Indonesia," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Polisi Bolehkan Warga Mudik Lebaran Sebelum 6 Mei 2021, Setelah Itu Bangun 333 Titik Pos Penyekatan

Wiku mengatakan, pada prinsipnya pemerintah mendukung pengembangan vaksin Covid-19 selama memenuhi kriteria.

Semua vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat, harus mendapatkan izin dari BPOM, terutama dalam aspek keamanan, efikasi, dan kelayakan.

"Diharapkan tim pengembang vaksin Nusantara dapat berkoordinasi dengan baik dengan Badan POM, agar isu yang ada terkait vaksin ini dapat segera terselesaikan," pintanya.

Baca juga: DPC Bakal Rapat Akbar Desak MLB PKB, Yenny Wahid dan Menteri Agama Digadang Jadi Pengganti Cak Imin

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengungkapkan, data-data penelitian vaksin sel dendritik atau yang dikenal sebagai vaksin Nusantara, tersimpan di server Amerika Serikat.

"Data-data penelitian disimpan dan dilaporkan dalam electronic case report form menggunakan sistem elektronik."

"Dengan nama redcap cloud yang dikembangkan oleh AIVITA Biomedical Inc dengan server di Amerika," ungkap Penny lewat keterangan tertulis, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Cegah Ketergantungan, Rp 400 Miliar Dianggarkan untuk Kembangkan Vaksin Covid-19 Dalam Negeri

Ia melanjutkan, kerahasiaan data dan transfer data keluar negeri tidak tertuang dalam perjanjian penelitian, karena tidak ada perjanjian antara peneliti Indonesia dengan AIVITA Biomedical Inc. USA.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved