Breaking News:

Breaking News

BREAKING NEWS: Edhy Prabowo Didakwa Terima Uang Suap Rp 25,75 Miliar dari Eksportir Benih Benur

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo didakwa menerima 77.000 dolar AS dan Rp 24,625 miliar, sehingga totalnya Rp 25,75 miliar.

Editor: Hertanto Soebijoto
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/4/2021), mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo didakwa menerima uang suap totalnya Rp 25,75 miliar. Foto dok: Edhy Prabowo menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK, Jumat (29/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sidang pembacaan dakwaan untuk terdakwa Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang dilakukan melalui video conference di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Edhy Prabowo didakwa menerima 77.000 dolar AS dan Rp 24,625 miliar, sehingga totalnya mencapai sekitar Rp 25,75 miliar dari para pengusaha pengekspor benih benur.

"Terdakwa Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan RI melalui Amiril Mukminin dan Safri menerima uang sejumlah 77 ribu dolar AS dari Suharjito selaku pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) dan melalui Amiril Mukminin, Ainul Faqih, Andreau Misanta Pribadi, dan Siswadhi Pranoto Loe menerima uang sebesar Rp24,625 miliar," kata Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ronald Worotikan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Video: Wanita Cantik Tepergok Curi Kosmetik Senilai Ratusan Ribu, Ditahan Karyawan Supermarket

Tujuan pemberian uang itu adalah agar Edhy bersama-sama dengan Andreau Misanta Pribadi dan Safri mempercepat proses persetujuan pemberian izin budi daya lobster dan izin ekspor benih bening lobster (BBL) kepada PT DPPP dan pengekspor BBL lainnya.

Edhy Prabowo selaku Menteri KP ingin memberikan izin pengelolaan dan budi daya lobster dan ekspor BBL, sehingga staf khusus Edhy yaitu Andreau mengundang Direktur PT Perishable Logistics Indonesia (PLI) Deden Deni Purnama, dan pemilik PT PLI Siswadhi Pranoto Lee pada Februari 2020.

Pada Maret 2020, sekretaris pribadi Edhy yaitu Amiril Mukminin menyampaikan ke Deden bahwa ia mencari perusahaan pengiriman kargo (freight forwarding) untuk ekspor BBL.

Baca juga: Edhy Prabowo Bilang Larangan Ekspor Benur Rugikan Rakyat, Susi Pudjiastuti: No Comment!

Baca juga: Edhy Prabowo Bantah Kenal Penyanyi Betty Elista

Siswadhi lalu menawarkan PT Aero Citra Kargo (ACK) miliknya, sehingga pada April 2020 disepakati PT PLI menetapkan biaya pengiriman PT ACK adalah Rp350 per ekor BBL.

Pada 4 Mei 2020, Edhy Prabowo menerbitkan Peraturan Menteri KKP Nomor 12/PERMEN-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp) di wilayah NKRI yang isinya antara lain mengizinkan dilakukannya budi daya dan ekspor BBL.

Pemilik PT DPPP Suharjito lalu tertarik untuk mengajukan izin budi daya dan ekspor BBL lalu menemui Edhy di rumah dinas Edhy.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved