Pengurus Masjid Al Azhom Terapkan Super Ketat Protokol Kesehatan
Petugas pun melakukan pengecekan kepada para pengunjung. Jika suhu tubuh di atas 38 derajat selsius maka tidak dibolehkan masuk.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Masjid Raya Al Azhom buka untuk umum pada bulan suci Ramadan ini. Namun masjid kebanggaan Kota Tangerang itu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) super ketat. Pasalnya masjid ini selalu ramai dikunjungi masyarakat. Terlebih pada masa puasa seperti saat ini.
Pantauan di lokasi, petugas sekuriti berjaga-jaga. Ada dua petugas berdiri di depan pintu Masjid Azl Azhom. Mereka mengenakan seragam hitam. Keduanya membawa alat thermo gun.
Pengunjung yang masuk diwajibkan cek suhu tubuh terlebih dulu. Petugas pun melakukan pengecekan kepada para pengunjung. Jika suhu tubuh di atas 38 derajat selsius maka tidak dibolehkan masuk.
Jika lolos dari pengecekan, pengunjung pun berlalu ke tempat wudu. Di tempat wudu juga tidak diperbolehkan adanya kerumunan. Dipasangi marka atau tanda di lokasi tersebut.
Baca juga: VIDEO BP2MI dan Pemprov DKI Gelar Sosialisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Baca juga: Dua Hari Dicari, Jasad Rafi Akhirnya Ditemukan Tim SAR Sejauh 5 Kilometer dari Lokasi Tenggelam
Sehingga para pengunjung melakukan wudhu dengan berjaga jarak. Setelah wudu, pengunjung diharuskan mengenakan maskernya kembali. Memasuki pelataran area dalam masjid, penerapan jaga jarak juga diberlakukan. Jemaah harus menjaga jarak sekitar 1 meter satu sama lain.
Sehingga shaf atau barisan shalat terlihat berjauhan. Jemaah juga wajib menggunakan masker saat shalat berlangsung. “Kami menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujar satu dari marbut Masjid Al Azhom saat dijumpai Warta Kota di lokasi pada Rabu (14/4/2021).
Penerapan protokol kesehatan ini juga turut dipantau oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin. Ia menjelaskan ada pembatasan jamaah di Masjid Al Azhom tersebut untuk menekan laju penyebaran Covid-19. “Jumlahnya tidak boleh dari 1.000 orang,” ucap Sachrudin.
Kendati demikian, kondisi masjid tersebut masih tampak lengang. Hanya terisi tiga atau empat saf saja. Setelah prosesi shalat jemaah berlangsung juga tidak ada ceramah. Berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. “Salat tarawih juga jemaah tidak terlalu ramai di sini,” kata seorang marbut Masjid Raya Al Azhom.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/al-azhom.jpg)