Breaking News:

Berita Video

VIDEO Saling Lempar Tanggungjawab Jalan Amblas GDC, DPRD Depok Panggil Dinas PUPR dan Pengembang 

DPUPR Kota Depok mengatakan perbaikan akan menjadi tanggung jawab dari pengembang karena batas wilayah jalan amblas tersebut masih milik pengembang.

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK- Anggota Komisi C DPRD Kota Depok Babai Suhaimi mengaku pihaknya akan segera memanggil pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok dan juga pihak pengembang Grand Depok City.

Pemanggilan tersebut terkait masalah amblasnya jalan di Jalan Boulevard Raya, Grand Depok City, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (12/4/2021) sekira pukul 20.15.

Anggota dari Fraksi PKB ini mengaku, pemanggilan ini juga tercetus lantaran terjadi kesimpang siuran dan saling lempar tanggung jawab antara pengembang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok soal wilayah tersebut.

Pasalnya, DPUPR Kota Depok mengatakan perbaikan akan menjadi tanggung jawab dari pengembang karena batas wilayah jalan amblas tersebut masih milik pengembang.

"Kami akan memanggil pihak PUPR dan pengembang dari GDC untuk mencari solusi dan memertanyakan bagaimana penanganan persoalan ini," papar Babai kepada wartawan di lokasi, Selasa (13/4/2021).

Persoalan ini dikatakan Babai akan dipertegas oleh DPRD Kota Depok sehingga nantinya fasilitas ataupun layanan kepada masyarakat utamanya para pengendara tidak terganggu.

Sebelumnya, Pemkot Depok telah melakukan perbaikan jalan dengan batas dari depan Kantor Damkar Kota Depok mengarah ke Pasar Pucung, Cilodong yang dikatakan Pemkot Depok sebagai wilayah yang menjadi tanggung jawab mereka.

Akibatnya, sisa jalan dari depan Kantor Damkar menuju Jalan Kartini Raya masih rusak dan mengganggu pengguna jalan lantaran diserahkan kepada pengembang terkait perbaikan tersebut.

"Kami juga nanti memertanyakan kepada Pemerintah Daerah (Kota Depok) kenapa pengerjaan (perbaikan jalan sebelumnya) ini sepotong-sepotong, padahal tanda-tanda untuk perlunya perbaikan juga sudah ada," akunya.

Pernyataan pihak DPUPR yang menjadikan usia pembangunan jembatan di atas Kali Cikumpa itu sebagai alasan lantaran dibangun pada 1980 pun dibenarkan Babai.

"Pertanyaannya, kalau sudah tahu (tua) gitu kenapa nggak menjadi perhatian prioritas untuk diperbaiki seperti (perbaikan) yang sudah-sudah dilakukan. Nah, ini yang akan menjadi pertanyaan kita yang segera kita tindak lanjuti," katanya.

Babai pun mengaku akan segera berkoordinasi dengan pimpinan Komisi C DPRD Kota Depok untuk menjadwalkan pemanggilan tersebut agar peristiwa yang tak menelan korban jiwa maupun luka-luka ini segera tertantangi.

Babai juga mengatakan pihaknya akan melakukan pembahasan terkait penganggaran perbaikan tersebut serta menanyakan kepada pihak pengembang terkait persoalan penyerahan aset

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved