Kamis, 21 Mei 2026

VIDEO Tips Memilih Daging Berkualitas Baik untuk Santapan di Bulan Ramadan

Direktur Utama (Dirut) PD Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman membagikan tips cara memilih daging yang berkualitas baik.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Daging yang dijual PD Dharma Jaya di DJ House Meet, Cakung, Jakarta Timur, Senin (12/4/2021). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Desy Selviany

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Jelang Ramadan, daging menjadi santapan umum bagi para keluarga di Ibukota Jakarta.

Pemilihan daging yang tepat akan membuat masakan tetap lezat dan higenis.

Direktur Utama (Dirut) PD Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman membagikan tips cara memilih daging yang berkualitas baik.

Pada umumnya kata Raditya, tidak ada perbedaan antara daging beku dan daging karkas.

Daging karkas ialah daging dari satu ekor sapi yang dipotong kemudian langsung dijual di pasaran.

Baca juga: PD Dharma Jaya Pastikan Stok Daging Aman Jelang Bulan Ramadan, Ada Pasokan Daging Kerbau dari India

Daging beku kata Raditya memiliki kualitas sama baiknya dengan daging karkas.

"Bedanya hanya daging beku punya umur ketahanan lebih lama karena dibekukan. Setelah esnya mencair kualitas daging beku sama saja dengan daging baru dipotong," jelas Raditya ditemui di kantornya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Senin (12/4/2021).

Soal kehigenisan, daging beku yang diolah PD Dharma Jaya juga bisa diuji. Raditya menjamin seluruh daging beku yang dikelolanya cukup baik.

Baca juga: VIDEO PD Dharma Jaya Pastikan Stok Daging Aman untuk Ramadan dan Idul Fitri Tahun Ini

Sebab kata Raditya pemotongan daging beku di tempatnya sudah sesuai standar yang berlaku.

Dimana usai sapi dipotong, daging langsung masuk ke ruangan pendingin, sehingga tidak diberi kesempatan bakteri untuk tumbuh di daging potong tersebut.

Sehingga usai daging beku dicairkan, kualitas dan rasanya sama saja dengan daging karkas.

Baca juga: PD Dharma Jaya Buka Peluang UKM Jual Daging Potong, Modal Hanya Rp 3 Juta dan Freezer

Pengolahan daging beku juga kata Raditya memudahkan pemerintah dalam mengontrol harga daging agar tidak melonjak tajam.

Sebab, daging beku dapat dipotong kapan saja dan disimpan sebagai stok.

Sehingga harganya dapat diatur dan dikendalikan saat kebutuhan meningkat seperti hari raya besar.

Sementara daging karkas umumnya mengikuti harga sapi yang dijual pengusaha atau importir.

Apabila harga sapinya tengah mahal, maka itu otomatis berdampak pada melonjaknya harga daging potong yang dijual.

Baca juga: VIDEO Harga Daging Sapi Impor di Bekasi Diprediksi Naik hingga Rp 140.000 per Kilogram saat Puasa

Maka dari itu harga daging beku jauh lebih mudah dikendalikan ketimbang daging karkas.

Selain itu, untuk hindari daging gelonggongan, masyarakat diimbau membeli daging di tempat-tempat yang sudah tersertifikasi menjual pangan.

Misalnya saja seperti membeli daging sapi di pasar-pasar yang dikelola PD Pasar Jaya, toko-toko daging tersertifikasi, dan pasar-pasar modern yang sudah memiliki izin resmi.

"Daging gelonggongan juga biasanya lebih mudah membusuk karena kandungan airnya lebih banyak," ungkapnya.

Baca juga: Diprediksi Naik, Minat Pembeli Daging Sapi Jelang Puasa di Pasar Baru Bekasi Justru Cenderung Turun

Raditya menjamin bahwa daging yang dikelola BUMD PD Pasar Jaya merupakan daging berkualitas baik.

Sebab, dalam pemotongan, mereka sudah mengikuti standar syariat Islam dan standar internasional dalam pemotongan hewan ternak.

Pun termasuk dengan daging-daging impor yang dipotong di PD Dharma Jaya dipastikan sudah sesuai dengan syariat islam.

Karena setelah semua syarat sudah terpenuhi maka baru bisa terdaftar di Kementerian Pertanian.

"Jadi dipastikan pemotongan daging sudah penuhi syarat syariat Islam juga higenitasnya," tegasnya.

Selain itu, pihak PD Dharma Jaya juga memotong sapi yang tidak dalam keadaan stres.

Karena sapi yang dipotong dalam keadaan stres, biasanya akan memiliki kualitas daging yang keras karena seluruh otot tegang saat dipotong. (m24)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved