Bulan Suci Ramadan

Apa Pengertian dan Penetapan Hilal Bulan Suci Ramadan Menurut Ketentuan Islam? Berikut Penjelasannya

Jelang awal Ramadan, Syawal, Dzulhijjah kerapkali umat muslim bertanya soal penentuan awal bulan atau hilal. Apa itu hilal?

Editor: Panji Baskhara
istimewa
Ilustrasi: Jelang awal Ramadan, Syawal, Dzulhijjah kerapkali umat muslim bertanya soal penentuan awal bulan atau hilal. Apa itu hilal? 

WARFTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jelang awal Ramadan, Syawal, Dzulhijjah kerapkali umat muslim bertanya soal penentuan awal bulan atau hilal.

Banyak muncul pertanyaan apakah hilal sudah tampak, apakah hilal sudah bisa dilihat, apakah hilal terlihat dan lain sebagainya.

Perlu diketahui, penetapan hari pertama Puasa Ramadan 2021/1442 H ini, Kementerian Agama (Kemenag) bakal menerjunkan pemantau hilal.

Rencananya, pemantauan hilal Bulan Suci Ramadan kali ini akan diselenggarakan di 86 lokasi dari 34 provinsi di Indonesia.

Baca juga: Sidang Isbat Digelar Senin 12 April 2021, Berikut Daftar Lokasi Rukyatul Hilal di Wilayah Indonesia

Baca juga: Sambut Ramadan, Masjid Raya KH Hasyim Asyari Ditunjuk Jadi Lokasi Pemantauan Hilal di Ibu Kota

Baca juga: DAFTAR Lokasi Pengamatan Hilal Awal Ramadan 1442 H, Sidang Isbat Digelar pada 12 April 2021

Lalu, apa itu hilal?

Dikutip dari jurnal Memahami Makna Hilal Menurut Tasir Al-Qur'an dan Sains oleh Qomarus Zaman, terungkap pengertian dan penetapan hilal.

Diketahui hilal muncul sebagai penentu perbedaan waktu dan ketetapan alat waktu yang bertujuan menentukan kapan terjadinya waktu beribadah kepada Allah.

Sedangkan hilal itu sendiri menurut Imam Syaukani memiliki makna yaitu sebuah nama bulan yang muncul di setiap awal bulan dan akhir bulan.

Menurut Imam Ashmu’i, hilal merupakan bulan sabit yang berbentuk mulai tipis sampai menjadi bulan yang sempurna alias purnama.

Selain itu, hilal juga disebut mulai dari bulan sabit sampai bulan tersebut bisa menerangi alam langit dengan cahayanya sendiri secara total.

Dalam sebuah periwayatan diceritakan, bahwasannya Mu’adz bin Jabal dan Tsa’labah bin Ghanimah kedua-duanya berkata kepada Rasulullah:

“Ya Rasulullah, kami mengiyakan bahwasannya hilal itu sesungguhnya dimulai dari bulan yang sangat tipis sekali seperti benang dan muncul hanya beberapa menit saja."

"Kemudian dia akan sedikit demi sedikit membesar memenuhi sampai menjadi sama besarnya dengan bagian yang lainnya dan menjadi bulat keseluruhannya (Bulan purnama), kemudian akan kembali lagi seperti sediakala mengecil dan tipis seperti benang. Pergerakan pergantian bulan tidak akan terjadi hanya dengan satu kali keadaan.”

Dari banyak makna hilal menurut para mufasir dan fuqaha tersebut di atas dapat disimpulkan, hilal adalah penampakan bulan muda (bulan sabit) setelah terjadi ijtimak yang terlihat pada awal bulan pada malam kesatu kedua dan ketiga yang diteriakan oleh orang yang melihatnya atau diberitahukan kepada orang yang tidak melihatnya sebagai pertanda awal bulan dimulai dalam sistem kalender.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved