Berita Jakarta
Menengok 2 Museum Terbengkalai di Taman Mini Indonesia Indah
Museum terbengkalai di TMII karena kondisi atau masalah dengan lembaga induk masing-masing yang mengelola museum di TMII.
Penulis: Junianto Hamonangan |
WARTAKOTALIVE.COM, MAKASAR - Museum-museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Makasar, Jakarta Timur, terbengkalai.
Museum terbengkalai di TMII karena kondisi atau masalah dengan lembaga induk masing-masing yang mengelola museum di TMII.
Berdasarkan pantauan wartakotalive.com di TMII, museum yang terbengkalai antara lain Museum Telekomunikasi dan Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra.
Kedua museum itu tampak terbengkalai setelah lama tidak dioperasikan.
Bahkan ilalang tumbuh di sekitar bangunan tersebut.
Baca juga: Kunjungi Museum Gedung Juang Pengunjung Sebut Dulu Bau Kelelawar Sekarang Digital Bikin Enggak Bosan
Baca juga: VIDEO Warga Antusias Kunjungi Museum Gedung Juang Tambun, Takjub Atas Perubahannya
Sementara kondisi bangunan tampak rusak karena tidak terawat. Ada vandalisme atau coretan tangan jahil di dinding bangunan museum tersebut.
Kabag Humas TMII Adi Widodo mengatakan,a museum di area TMII terdapat dua jenis untuk pengelolaannya.
“Museum di dalam TMII ada yang langsung di bawah pengelolaan TMII kemudian ada museum di bawah pengelolaan kementerian,” ucap Adi, Sabtu (10/4/2021).
Museum yang langsung di bawah pengelolaan TMII itu seperti Museum Indonesia, Museum Pusaka, Museum Serangga dan lain-lain.
Sementara museum yang di bawah pengelolaan kementerian terkait yakni Museum Transportasi, Museum Penerangan, Museum Listrik dan lain lain.
"Untuk museum yang saya sebut tadi sekarang masih beroperasi dalam kondisi yang layak,” kata Adi.
Baca juga: Jadi Ikon Baru di Kabupaten Bekasi, Bupati Bekasi Ajak Warga Naik KRL Kunjungi Museum Gedung Juang
Baca juga: Resmi Dibuka Bupati Bekasi, Museum Digital Gedung Juang 45 Kini Sudah Bisa Dikunjungi
Sementara itu, museum yang terbengkalai seperti Museum Telekomunikasi dan Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra.
Kedua museum itu terbengkalai karena masalah terkait lembaga induk masing-masing.
“Itu memang memiliki masalah kaitan dengan kelembagaan induk,” ucap Adi.
Menurut Adi, Museum Telekomunikasi dulu dikelola Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi.
Kemudian, museum itu mengalami masalah ketika lembaga tersebut dibubarkan pemerintah.
“Begitu kementerian itu dibubarkan, dipecahkan kemudian keberadaan Museum Telekomunikasi harus berada di bawah mana, itu yang sampai hari ini belum ditemukan,” kata Adi.
Baca juga: Museum SBY Disebut dapat Dana Rp 9 Miliar, Andi Arief: Itu Fitnah Buzzer
Baca juga: Museum Basket Pertama di Indonesia Ada di Tanah Baru Kota Bogor, Koleksi Jersey Legenda NBA
Akibatnya, pengelolaan museum tidak berjalan optimal hingga saat ini.
Untuk mengatasi masalah itu, Adi mengatakan, pengelola TMII sudah ada rencana untuk mengambil alih.
“Cuma karena kurang optimal kemudian kita upayakan kita ambil alih akan dikelola TMII,” ujarnya.
“Itu masih dalam proses proses pengalihan aset. Itu nggak gampang supaya tidak menimbulkan masalah baru di belakang,” kata Adi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/museum1104.jpg)