Gempa Malang
Info BMKG : Ini Wilayah yang Terdampak Gempa 6,7 SR di Kabupaten Malang
Gempa bumi dengan magnitudo 6,7 SR memicu guncangan sedang hingga kuat beberapa wilayah Jawa Timur
Wilayah Karangkates, Malang dan Blitar IV MMI. Skala ini menggambarkan bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
Selanjutnya, wilayah Kediri, Trenggalek, Jombang III-IV MMI dan Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar III MMI. Skala III MMI menggambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.
Sedangkan wilayah lain, Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, Banjarnegara II MMI. Skala II MMI menggambarkan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menginformasikan bahwa lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujarnya melalui siaran pers BMKG, Sabtu (10/4).
Prayitno menambahkan bahwa hingga pukul 14.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.
Terkait dengan gempa siang tadi, BNPB telah berkoordinasi dengan beberapa BPBD yang merasakan guncangan gempa. BNPB terus memonitor pascagempa dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga dalam mengantisipasi bahaya gempa bumi.
Kesaksian warga
Warga Surabaya dan Kediri turut merasakan gempa yang berpusat di Kabupaten Malang.
Getaran gempa dirasakan Sabtu (10/4/2021) mulai pukul 14.00 WIB dan berlangsung hingga beberapa menit.
Sejumlah warga Surabaya mengaku panik karena mengira terjadi gempa di Surabaya.
Salah satu warga Surabaya yang tinggal di daerah Jojoran mengaku rumahnya bergoyang ketika sedang salat.
Dari pengakuan Sri Mulyani, sekitar pukul 14.00 WIB dirinya sedang ibadah dan tiba-tiba ada guncangan cukup kuat.
Awalnya, Sri Mulyani menganggap guncangan itu karena penyakit vertigonya kumat, namun ternyata bukan.
Setelah anggota keluarga lain juga merasakan hal yang sama, Sri Mulyani langsung percaya kalau itu adalah gempa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gempa-malang33.jpg)