Breaking News:

Perceraian Artis

Desiree Tarigan dan Bams Dilaporkan Mantan ART, Polda Metro Sebut soal Merampas Kemerdekaan

Polda Metro Jaya kini tengah mempelajari laporan mantan ART Bams eks Samson dan Desiree Tarigan terkait dugaan penganiayaan dan perampasan kemerdekaan

KH Intertainment
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan soal adanya laporan mantan ART yang dilayangkan terhadap Bams dan ibunya, Desiree. Foto dok: ART bernama Irni usai mengadukan penganiayaan dan penyekapan oleh Desiree Tarigan dan Bams Eks Samson. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kisruh rumah tangga Desiree Tarigan dan pengacara Hotma Sitompul semakin melebar.

Sebelumnya sempat heboh soal berita perselingkuhan di kehidupan rumah tangga Desiree Tarigan dan Hotma Sitompul yang menyeret nama Bams eks Samson dan istrinya.

Kali ini, mantan asisten rumah tangga (ART) Bams eks Samson dan Desiree Tarigan pun ikut meramaikan drama rumah tangga yang menyedot perhatian publik Tanah Air itu.

Video: Desiree Tarigan Akui Sudah Manopause, Bantah Selingkuhi Hotma Sitompul

Polda Metro Jaya kini tengah mempelajari laporan mantan asisten rumah tangga (ART) Bams eks Samson dan Desiree Tarigan terkait dugaan penganiayaan dan perampasan kemerdekaan orang lain.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan soal adanya laporan yang dilayangkan terhadap Bams dan ibunya, Desiree.

"Hari Rabu yang lalu memang ada laporan ke Polda Metro Jaya sekitar pukul 23.00 WIB inisialnya I, dia adalah pembantu rumah tangga. Yang dia laporkan adalah tempat dia bekerja sendiri inisial saudari DT, V, PR, BR," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Desiree Tarigan dan Bams Eks SamsonS Dilaporkan Mantan Pembantu ke Polisi, Ada Masalah Apa Lagi?

Baca juga: Diadukan ART Lakukan Penyekapan, Desiree Tarigan Geleng Kepala, Bams Khawatir Sang ART Bisa Malu

Adapun pasal dalam laporan mantan ART yang berinisial I tersebut adalah dugaan tindak perampasan kemerdekaan.

"Jadi dilaporkan di sini disangkakan merampas kemerdekaan orang lain dengan akses data elektronik di Pasal 333 KUHP Juncto Pasal 30 Undang-Undang ITE," ujarnya.

Kepada polisi, korban I mengaku kejadian dugaan penyekapan tersebut terjadi pada 24 Febuari lalu.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved