Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Hore, Pemkot Jakarta Pusat Perbolehkan Warga Dagang Takjil Berjualan Selama Ramadan Tahun Ini

Hore, Pemkot Jakarta Pusat Perbolehkan Warga Dagang Takjil Berjualan Selama Ramadan Tahun Ini. Dengan catatan warga disiplin menerapkan prokes

Warta Kota/Joko Supriyanto
Para pedagang takjil di Benhil Jakarta Pusat tak seramai tahun lalu imbas dari pandemi covid-19 dan penerapan PSBB DKI Jakarta. Jumat (24/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM,GAMBIR - Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma pihaknya memperbolehkan warag berdagang takjil selama bulan ramadan mendatang.

Namun lanjutnya, warga harus tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Itu bisa dilakukan yang penting tidak ada kerumuman," kata Dhany Sukma pada Kamis (8/4/2021).

Pemerintah Kota Jakarta Pusat nantinya pun juga akan melakukan monitoring pengawasan di lokasi-lokasi penjual takjil saat ramadan.

Langkah ini dilakukan memastikan jika prokotol kesehatan berjalan.

Bahkan jika kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi sentra takjil yang memungkinkan adanya keramaian, nantinya akan didirikan posko pengawas yang akan dijaga oleh petugas Satpol PP.

Baca juga: Jokowi Kembali Berlakukan Larangan Mudik Lebaran, Terminal Bayangan Justru Marak di Jakarta Selatan

"Nanti kita akan monitoring baik itu dari Kelurahan. Nanti dipantau dimana misalnya titik titik tertentu kita ciptakan posko pemantauan Covid-19, supaya itu tadi menghindari kerumunan," katanya.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat sendiri masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait bagaimana pengawasan pedagang takjil selama bulan ramadan mendatang.

Jika ada aturan lain, lanjutnya, pihaknya siap untuk melaksanakannya.

"Ya nanti kita lihat kebijakan nanti. Kita akan coba lihat kebijakan dulu nanti seperti apa," ucapnya. 

Baca juga: Opick Nyanyikan 6 Lagu di Mini Album Wahai Pemilik Jiwa, Liriknya Pengalaman Spiritual Saat Pandemi

Diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin  memperbolehkan warga menjadi penjual takjil musiman saat bulan suci Ramadan. Asalkan penjaja dagangan mematuhi ketentuan, terutama protokol kesehatan (prokes).

"Selama prokes dipatuhi, tempatnya diperbolehkan. Kalau tempatnya tidak diperbolehkan, ya tentunya masuk ke kategori yang tidak diperbolehkan," kata Arifin. 

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved