Breaking News:

Berita Jakarta

Jokowi Kembali Berlakukan Larangan Mudik Lebaran, Terminal Bayangan Justru Marak di Jakarta Selatan

Jokowi Kembali Berlakukan Larangan Mudik Lebaran, Terminal Bayangan Justru Marak di Jakarta Selatan. Anggota DPRD DKI minta ANies Tertibkan Pe

Warta Kota
Terminal bayangan di Jalan Ciputat Raya, tidak jauh dari Selapa Polri, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kebijakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang kembali meniadakan mudik lebaran pada tahun ini belum diindahkan sejumlah pihak.

Pasalnya, walau larangan mudik lebaran telah diberlakukan, banyak perusahaan otobus masih melayani perjalanan antar kota antar provinsi (AKAP) di sejumlah terminal bayangan.

Fenomena tersebut disoroti anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menertibkan terminal bayangan di seluruh wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Selatan.

“Sejumlah poin ihwal larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat akan menjadi percuma jika terminal bayangan dibiarkan bebas mengangkut penumpang ke luar kota,” kata Yuke Yurike saat dihubungi pada Senin (5/4/2021).

Baca juga: Rapid Test Antigen Jadi Syarat Keberangkatan di Terminal Pulo Gebang, Bagaimana Terminal Bayangan?

Kondisi tersebut seperti laporan warga yang diterimanya beberapa waktu lalu.

Keberadaan terminal bayangan yang berada di Jalan Ciputat Raya, tidak jauh dari Selapa Polri, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan diketahui masih melayani perjalanan luar kota.

Sejumlah bus milik perusahaan otobus (PO) bus terlihat bergantian mengangkut ataupun menurunkan penumpang jurusan Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat hingga Sumatera.

Baca juga: Negatif Narkoba dan Miras, Pengemudi Fortuner Dalam Kondisi Sadar Saat Ancam Warga dengan Pistol

Di lokasi tersebut, kata dia, puluhan PO berbagai jurusan bebas beroperasi tanpa pengawasan petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

“Sepertinya terminal bayangan menjadi alternatif perusahaan otobus yang tidak memiliki izin untuk mengoperasikan armadanya. Mungkin karena di terminal bayangan tersebut tidak ada petugas terkait yang mengawasi,” ungkap Yurike.

Terkait hal tersebut, dirinya kembali meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menertibkan terminal bayangan.

Sebab, aktivitas di terminal bayangan dapat memicu klaster penyebaran covid-19.    

“Jika terminal bayangan ini tidak ditertibkan, saya khawatir saat Lebaran nanti banyak masyarakat yang berangkat dari sana. Hal ini tentu berpotensi menjadi lokasi dan penyebaran Covid-19,” kata dia.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved