Breaking News:

Filler Payudara

Praktik Suntik Filler Payudara Abal-abal Sudah Jalan Lima Bulan dengan Modal Sertifikat Bodong

Tersangka praktek filler abal-abal sudah beraksi lima bulan menyuntikan cairan silikon industri kepada pasiennya. Ia beraksi sejak Oktober 2020.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Desy Selviany
Polisi sita 298 liter cairan silikon industri yang digunakan untuk filler kecantikan, Selasa (6/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tersangka praktek filler abal-abal sudah beraksi lima bulan menyuntikan cairan silikon industri kepada pasiennya. Ia beraksi sejak Oktober 2020.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan tersangka SR mengaku memulai praktek filler palsu sejak 26 Oktober 2020.

Sebelumnya SR mengaku telah mendapatkan pelatihan dari seorang yang mengaku sebagai dokter inisial LC pada 10 Oktober 2020 lalu.

Pelatihan yang dilakukan di sebuah hotel di Tamansari, Jakarta Barat itu hanya berlangsung sehari.

Usai pelatihan itu, SR mendapatkan sertifikat yang disebut bisa menjadi pegangan dalam  melakukan penyuntikan silikon.

"Sertifikat ini kemudian digunakan SR untuk membuat korban percaya terkait praktik suntik filler itu," jelasnya dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: NGERI! Dokter Abal-abal Ini Ternyata Suntikkan Cairan untuk Bikin Ban pada Pasien Operasi Payudara

Usai mendapatkan sertifikat, SR mengiklankan jasanya di sebuah instagram bernama @beautysexisector.

Penyuntikan filler abal-abal itu dihargai Rp 3 juta sampai Rp 5 juta tergantung dari banyaknya cairan yang disuntikan ke korban.

Cairan silikon sebanyak 250 CC dihargai Rp 3 juta sementara cairan 500 CC dihargai Rp 5 juta.

Kemudian tanggal 26 Oktober 2020, korban inisial T dan D menjalani penyuntikan filler payudara di sebuah hotel di Tamansari, Jakarta Barat.

Setiap memberi penyuntikan filler, SR memang tidak memiliki tempat praktik.

Biasanya ia membuat janji di hotel-hotel untuk menjalani praktik suntik filler.

Usai mendapatkan suntik filler, kedua korban ini mengalami demam dan peradangan pada payudaranya.

Lebih parah lagi, payudara keduanya alami infeksi hingga keluarkan nanah dari bekas suntikan filler.

"Kemudian kedua korban memutuskan melapor ke Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat 7 Januari 2021 lalu," bebernya.

Namun karena keduanya harus menjalani pengobatan akibat filler palsu itu, pemeriksaan sempat tertunda sampai Maret 2021.

Baca juga: VIDEO Dua Wanita Jadi Korban Penipuan Operasi Filler Payudara, Polres Jakbar Buka Posko Pengaduan

Keduanya harus menjalani operasi untuk menyedot sisa cairan filler abal-abal yang dimasukan ke dalam payudara mereka.

Pada Rabu (23/3/2021), SR ditangkap polisi di Tangerang Selatan.

Akibat perbuatannya para tersangka dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 77 Undang-undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang praktek kedokteran.

Selain itu kedua tersangka juga dikenakan Pasal 197 dan 198 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Kedua tersangka juga dikenakan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Terakhir kedua tersangka juga dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Padahal, cairan silikon industri yang dimasukan ke dalam payudara wanita dapat menyebabkan kematian bagi pasien.

Hal itu diungkapkan oleh anggota IDI Jakarta Barat dr Dollar saat keterangan rilis pengungkapan filler payudara abal-abal.

Dollar mengatakan, setiap benda yang dimasukan kedalam tubuh pasti memiliki dampak pada tubuh.

Terlebih yang dimasukan bukan benda yang diperuntukan untuk kesehatan melainkan cairan silikon untuk industri.

Dampaknya memasukan cairan silikon industri ke tubuh manusia kata dr Dollar, bisa mengakibatkan infeksi, abses, atau nanah pada bagian yang disuntik.

"Kalau tidak cepat ditolong bisa sampai kematian. Apalagi saat Pandemi Covid-19 seperti ini penyakit seperti ini bisa saja bisa berbahaya," ujarnya di Mapolres Metro Jakarta Barat.

Baca juga: Dokter Gadungan yang Buat Payudara Wanita Bolong Diringkus Polisi di Tangerang

Oleh karena itu dr Dollar meminta agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan filler kecantikan.

Ia mengimbau masyarakat agar melakukan operasi atau filler kecantikan yang memenuhi standar prosedur.

Misalnya saja di klinik kecantikan yang memiliki izin resmi atau dokter spesialis kecantikan yang memiliki izin praktik.

"Jadi ini hanya mengaku sebagai dokter. Padahal dokter ada tempat praktik tidak dilakukan di hotel-hotel. Maka kalau ada praktik kecantikan di hotel-hotel laporkan ke polisi," tegasnya.

Selain itu dr Dollar imbau agar masyarakat tidak asal membeli filler yang dijual bebas di internet.

Sebab ia memastikan seluruh filler yang dijual di internet merupakan palsu yang biasa digunakan bukan untuk tubuh.

"Penjualan online alat kesehatan kimia gini kalau beli di online palsu, bohong, karena tidak teregister. Memang sulit peranginya, karena dihantam satu tumbuh seribu," bebernya.

Diketahui sebelumnya cairan filler yang digunakan untuk membesarkan payudara oleh tersangka SR ternyata merupakan cairan silikon industri. Cairan itu biasanya digunakan untuk pembuatan ban.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan bahwa selain menangkap tersangka SR, pihak Satreskrim juga memburu penjual cairan filler payudara inisial ML.

Saat itu, polisi menangkap SR usai mendapatkan laporan dari dua korban yang alami infeksi pada payudarannya usai jalani suntik filler. Tersangka SR ditangkap Jumat (23/3/2021).

Baca juga: Ingin Montok, Payudara Wanita Ini Malah Rusak di Tangan Dokter Gadungan, Polisi Duga Ada Korban Lain

"Pengakuannya SR ini mendapatkan cairan tersebut dari jual beli online. Kamipun memburu penjual cairan yang disebut menjual filler kecantikan tersebut," jelas Ady dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat Selasa (6/4/2021).

Hasilnya, polisi mendapati tersangka penjual cairan filler inisial ML di Batam pada Kamis (29/4/2021).

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 298 botol cairan filler yang kerap disuntikan ke payudara atau bokong wanita.

Satu botol itu berisi satu liter cairan filler. Sehingga total ada 298 liter cairan filler yang disita polisi dari tersangka ML.

Ketika ditemukan, botol cairan itu berbentuk glondongan. Dimana tidak ada keterangan BPOM, lebel, atau penjelasan terkait kandungan cairan tersebut.

"Kemudian kami lakukan pemeriksaan terhadap cairan yang kerap digunakan untuk suntik kecantikan itu. Hasilnya ternyata itu bukan cairan untuk tubuh melainkan untuk industri," terang Ady.

Ady menerangkan, cairan filler yang disuntikan ke bokong atau payudara wanita itu ternyata merupakan cairan silikon industri.

Biasanya, cairan itu digunakan untuk pembuatan ban dan bahan-bahan industri lainnya.

Dari pengungkapan itu, polisi berhasil menyita 298 liter cairan silikon industri. Dimana cairan sebanyak itu bisa disuntikan ke 1.000 orang dalam praktik suntik filler abal-abal yang dilakukan tersangka.

Sebab satu pasien suntik payudara bisa mendapatkan 250 CC sampai 500 CC cairan silikon industri dalam praktik dokter abal-abal yang kerap dilakukan tersangka SR.

Baca juga: Operasi Implan di Dokter Gadungan, Payudara Wanita Ini Keluarkan Nanah Hingga Bolong

Karena suntikan silikon indusri itu korban kerap alami infeksi hingga cacat pada payudaranya.

Misalnya saja yang dialami korban inisial T dan D yang alami infeksi pada payudara yang disuntikan.

Infeksi itu bahkan hingga mengeluarkan nanah di bekas suntikan dan membuat peradangan.

Bahkan kedua korban harus jalani operasi untuk penyedotan cairan filler abal-abal yang ada di dalam tubuh tersebut.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved