Breaking News:

Virus Corona

WASPADA Masker Medis Palsu Marak Beredar, Berisiko Tinggi Tertular Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Masyarakat kini harus waspada masker medis palsu di tengah wabah Covid-19 lantaran berisiko tinggi tertular Covid-19.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Ilustrasi: Masyarakat kini harus waspada masker medis palsu di tengah wabah Covid-19 lantaran berisiko tinggi tertular Covid-19. Foto: Para penumpang kereta api di Stasiun Pasar Senen diberi sosialisasi pencegahan virus corona, pemeriksaan suhu tubuh dam pembagian masker secara gratis, Senin (9/3/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di tengah wabah Covid-19, masyarakat harus waspada masker medis palsu.

Pasalnya, masker medis palsu marak beredar dan apabila digunakan sangat berisiko tinggi tertular Covid-19.

Mengenai marak beredar masker medis palsu, dijelaskan Plt Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan, Arianti Anaya.

Arianti Anaya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memakai masker di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Pura-pura Ingin Pijat, Wanita Berkerudung dan Pakai Masker Curi HP dan Dompet di Taman Tunanetra

Baca juga: Keringat Dingin Saat Disuntik, Petugas Sipir di Lapas Kelas IIA Bekasi Ini Tutup Mata Pakai Masker

Baca juga: Warga yang Bernyanyi di Tempat Karaoke Jakarta Bakal Diwajibkan Pakai Masker

Ia membenarkan, saat ini banyak beredar masker palsu yang dapat meningkatkan kerentanan penularan virus corona.

Ia memaparkan,  jenis masker medis adalah masker bedah dan masker respirator.

Masker bedah berbahan material berupa Non – Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond (SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, Spunbond (SMMS).

Masker tersebut digunakan sekali pakai dengan tiga lapisan.

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved