Kamis, 4 Juni 2026

Virus Corona

WASPADA Masker Medis Palsu Marak Beredar, Berisiko Tinggi Tertular Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Masyarakat kini harus waspada masker medis palsu di tengah wabah Covid-19 lantaran berisiko tinggi tertular Covid-19.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
Warta Kota/Joko Supriyanto
Ilustrasi: Masyarakat kini harus waspada masker medis palsu di tengah wabah Covid-19 lantaran berisiko tinggi tertular Covid-19. Foto: Para penumpang kereta api di Stasiun Pasar Senen diberi sosialisasi pencegahan virus corona, pemeriksaan suhu tubuh dam pembagian masker secara gratis, Senin (9/3/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di tengah wabah Covid-19, masyarakat harus waspada masker medis palsu.

Pasalnya, masker medis palsu marak beredar dan apabila digunakan sangat berisiko tinggi tertular Covid-19.

Mengenai marak beredar masker medis palsu, dijelaskan Plt Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan, Arianti Anaya.

Arianti Anaya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memakai masker di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Pura-pura Ingin Pijat, Wanita Berkerudung dan Pakai Masker Curi HP dan Dompet di Taman Tunanetra

Baca juga: Keringat Dingin Saat Disuntik, Petugas Sipir di Lapas Kelas IIA Bekasi Ini Tutup Mata Pakai Masker

Baca juga: Warga yang Bernyanyi di Tempat Karaoke Jakarta Bakal Diwajibkan Pakai Masker

Ia membenarkan, saat ini banyak beredar masker palsu yang dapat meningkatkan kerentanan penularan virus corona.

Ia memaparkan,  jenis masker medis adalah masker bedah dan masker respirator.

Masker bedah berbahan material berupa Non – Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond (SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, Spunbond (SMMS).

Masker tersebut digunakan sekali pakai dengan tiga lapisan.

Penggunaannya menutupi mulut dan hidung.

Lain halnya dengan masker respirator atau biasa disebut N95 atau KN95.

Masker respirator ini menggunakan lapisan lebih tebal berupa polypropylene, lapisan tengah berupa elektrete / charge polypropylene.

Masker jenis ini memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibandingkan dengan masker bedah.

Biasanya masker respirator  digunakan oleh tenaga medis yang kontak langsung dengan pasien Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved