Tradisi Ziarah Menjelang Bulan Ramadan Hingga Rezeki Pedagang Bunga Tabur

Berziarah menjelang bulan Ramadan sudah dilakukan sejak lama dan rutin setiap tahunnya

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Joko Suprianto
Pedagang bunga tabur musiman di TPU Karet Bivak mulai kembali berjualan setelah sebelumnya tidak berjualan karena adanya larangan ziarah makam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Suasana ramai oleh kedatangan peziarah menjelang bulan Ramadan juga terlihat di Taman Pemakaman Umum (TPU) Grogol Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Kebanyakan dari mereka datang bersam keluarga.

Salah seorang warga yang datang untuk berziarah Diah (33) mengaku datang bersama kerabatnya ke TPU Grogol Kemanggisan untuk mengirim doa untuk almarhum ibunya. Diah yang warga Cengkareng, Jakarta Barat, itu mengatakan, berziarah menjelang bulan Ramadan sudah dilakukan sejak lama dan rutin setiap tahunnya. Meski masih di masa pandemi, Diah mengaku tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Memang masih pandemi Covid-19. Tapi, saya bersama saudara saya tetap harus berziarah. Terpenting bagi saya mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya. Diah mengatakan, sebelum ke TPU sudah meminta kerabatnya untuk memakai masker dan menjaga jarak saat berada di pemakaman. “Tahun lalu juga ziarah,” ujarnya.

Baca juga: Joleon Lescott Mantan Bek Manchester City, Sergio Aguero Dilahirkan Untuk Mencetak Gol

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Akan Akselerasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Warga Ibu Kota

Sementara, pantauan di lokasi, terlihat warga terus berdatangan ke TPU Grogol Kemanggisan. Bersama keluarga dan kerabatnya, masing-masing berdoa dan menabur bunga. Menjelang sore, warga yang akan berziarah terus berdatangan.

Sementara, di sepanjang areal pemakaman, tampak sejumlah pedagang bunga tabur sibuk melayani warga yang berbelanja bunga dan air mawar. Di pintu masuk pemakaman berjejer pedagang bunga tabur. Sementara warga setempat ada yang sibuk mengatur kendaraan perziarah yang akan diparkir.

Salah seorang pedagang bunga tabur, Dadang (54), mengaku suasana tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Lebih ramai tahun ini. Pada waktu awal pandemi sepi pembeli. Sedikit yang datang untuk ziaarah. Mudah-mudahan tahun ini kembali normal.

Dadang mengaku mulai berjualan sejak pekan lalu. “Lumayan per hari bisa jual 20 paket bunga tabur. Mudah-mudahan ramai terus hingga menjelang bulan puasa,” ujarnya.

Rezeki menjelang bulan Ramadan juga dirasakan, Dewi (56), pedagang bunga tabur di TPU Karet Bivak. Dewi berharap tidak adanya larangan berziarah bisa membawa berkah selama berjualan bunga tabur tahun ini.

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved