Selasa, 19 Mei 2026

BPTJ Memastikan Transportasi Umum Ketat Menegakkan Protokol Kesehatan

Upaya ini  diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam  menggunakan transportasi publik selama pandemi

Tayang:
Editor: Agus Himawan
Wartakotalive/Joko Supriyanto
Sejumlah pengemudi angkutan umum dan ojek daring melakukan rapid test yang digelar Kementerian Perhubungan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti, mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kepercayaan publik tentang manfaat besar dari angkutan umum massal.

Upaya ini  diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam  menggunakan transportasi publik selama pandemi ini jika terpaksa keluar rumah atau bermobilitas sehari-hari.

Polana mengungkapkan di masa pandemi ini, BPTJ terus mengoordinasikan dan memastikan transportasi umum berlangsung selamat, aman, nyaman, sehat dan ramah lingkungan serta ketat menegakkan protokol kesehatan.

“Pembatasan kapasitas dan penegakan protokol kesehatan pada masa pandemi ini justru bagian dari upaya untuk tetap membangun kepercayaan publik terhadap angkutan umum massal agar tidak terjadi penularan Covid-19 di angkutan umum massal,” ujar Polana dalam keterangan rilis, Minggu (4/3/2021).

Baca juga: Menteri Perhubungan Dalam Waktu Dekat Akan Terbitkan Peraturan Larangan Mudik Lebaran 2021

Baca juga: Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, Kemenhub Melakukan Pembatasan Angkutan Barang di Jalan Tol

Ia mengatakan agar lebih meningkatkan kepercayaan publik dilakukan pula kegiatan bersama dengan lembaga yang kompeten seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Ombudsman untuk memantau protokol kesehatan pada layanan angkutan umum massal perkotaan di wilayah Jabodetabek.

Menurutnya pembatasan kapasitas tersebut otomatis akan berdampak pada penurunan jumlah penumpang. Namun ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan umum massal tetap terjaga.

Adapun ia juga mengatakan penggunaan angkutan umum massal, memiliki manfaat positif yang besar bagi kepentingan publik secara umum maupun personal.

Sebab penggunaan angkutan umum massal sangat terkait dengan permasalahan kesehatan publik dan kesehatan lingkungan yang harus menjadi perhatian semua pihak.

“Dengan demikian tujuan dari penggunaan angkutan umum massal yaitu sustainable transport dapat terpenuhi termasuk dampak kesehatan dan lingkungannya,” katanya.

Baca juga: Pandemi Covid Belum Usai, Ini Cara Glenn Alinskie Lindungi Keluarga dari Bakteri dan Virus di Rumah

Baca juga: Ini Cara Mengecek Terdaftar Atau Tidak Sebagai Penerima BLT UMKM Rp1,2 Juta

Untuk itu agar lebih meningkatkan kepercayaan publik, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Ombudsman melakukan pemantauan terhadap protokol kesehatan pada layanan angkutan umum massal perkotaan di wilayah Jabodetabek.

Menurutnya, kesadaran dan kepercayaan masyarakat untuk memilih menggunakan angkutan umum massal di Jabodetabek tidak cukup hanya dengan pemenuhan sarana dan prasarana saja. Hal ini lantaran menggunakan transportasi umum terbentuk dari perilaku yang dilahirkan melalui kebiasaan yang berawal dari kesadaran.

Oleh karena itu, semua upaya yang bersifat kampanye dan komunikasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat angkutan massal harus secara konsisten dilakukan termasuk di masa pandemi.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "BPTJ pastikan transportasi umum taat protokol kesehatan"

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved