Breaking News:

Berita Bogor

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Kota Bogor Stabil, Harga Daging Sapi Naik Rp 5.000

Jelang Ramadhan, harga sembako di Kota Bogor stabil, Harga daging sapi naik Rp 5.000.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Dok. Pemkot Bogor
Jelang Ramadhan, harga sembako di Kota Bogor stabil, Harga daging sapi naik Rp 5.000. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Jelang Ramadan, harga sembako di Kota Bogor stabil. Harga daging sapi naik Rp 5.000.

12 hari menjelang Ramadan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Bogor terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perdagangan.

Kemudian dengan Kementerian Pertanian, Bulog dan dinas terkait agar distribusi komoditi lancar dan tidak mengalami lonjakan harga.

Berdasarkan data perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat yang dirilis Disperdagin, Rabu (31/3/2021) menunjukkan bahwa harga telur ayam broiler Rp 23.000 per kilogram.

Baca juga: Nenek Maemunah asal Parung Kabupaten Bogor yang Tercebur Sumur Sedalam 15 Meter Trauma

Lalu, harga daging sapi Rp 120.000 per kilogram naik Rp 5.000 dari dua pekan yang lalu, ayam broiler berada di harga Rp 38.000 per kilogram.

sementara harga cabai merah keriting Rp 50.000 per kilogram dan cabe rawit merah di harga Rp 90.000 per kilogram.

"Harga ini kami pantau di dua pasar besar Kota Bogor yakni Pasar Bogor dan Pasar Kebon Kembang," ujar Kepala Bidang Sarana dan Komoditi Perdagangan Disperdagin Kota Bogor, Muhamad Sholeh, di kantornya, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Bima Arya Sampaikan Ingin Tingkatkan IPM Kota Bogor dalam Musrenbang 2022, Ini Penjelasannya

Sholeh mengatakan, menjelang Ramadan ini harga-harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar Kota Bogor terhitung masih stabil alias belum ada kenaikan yang signifikan.

Biasanya, lanjut Sholeh, sedikit kenaikan di beberapa komoditi seperti telur, ayam dan daging sapi yang permintaannya banyak terjadi di H-2 dan H-1 Ramadan.

"Tapi sejak Pandemi Covid-19 daya beli masyarakat masih menurun karena ekonomi masih lesu. Jumlah kunjungan masyarakat ke pasar rakyat saja belum normal, rata-rata pengunjung atau pembeli turun 30 persen, di swalayan atau ritel juga turun 30 persen," terangnya.

Baca juga: Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia ke-V Digelar di Kota Bogor, Inisiatornya Presiden Jokowi

Ia menuturkan, terkait harga cabai yang masih belum turun, hal itu karena cabai diambil dari pemasok di Jawa Timur, yang mana di Jawa Timur sedang gagal panen dan menyebabkan hasil panen tidak maksimal atau hanya 40 persen saja.

"Kota Bogor kan bukan kota produsen atau penghasil, jadi kita bergantung dari kota pemasok. Dan kenaikan harga cabai karena faktor cuaca jadi masih belum turun tapi nanti saat panen raya harganya akan berlangsung turun," imbuhnya.

Baca juga: Pemkot Bogor Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Pekerja Retail, Dedie A Rachim Sebut Agar Kota Bogor Aman

Menjelang ramadan atau saat ramadan pihaknya selalu menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di enam kecamatan.

Namun di tahun ini pihaknya belum bisa memastikan apakah dari Provinsi akan memberikan anggaran untuk OPM atau tidak, karena anggaran OPM dialihkan untuk penanganan Covid-19.

"OPM anggarannya dari Provinsi, Disperdagin hanya menganggarkan dana mendukung OPM saja, seperti biaya angkut barang, biaya sewa tenda dan lainnya," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved