Breaking News:

Berita Jakarta

Anies Bikin Gebrakan Baru, Gandeng NU Hadirkan Musala di Halte Transjakarta dan Stasiun Ibu Kota

Anies Bikin Gebrakan Baru, Gandeng NU Hadirkan Musalah di Halte Transjakarta dan Stasiun di Ibu Kota

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Anies menjajal akses sepeda nonlipat di Stasiun MRT Jakarta Lebak Bulus dan Bundaran HI pada Rabu (24/3/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dorong warga gunakan angkutan umum sekaligus memudahkan ketika menunaikan salat saat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menghadirkan musala di halte Transjakarta dan stasiun Ibu Kota.

Anies pun menggandeng Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendesain dan membangun musala.

Gagasan tersebut disampaikan Anies usai penandatanganan kesepakatan bersama PT Transjakarta dengan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) tentang Sosialisasi Kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (1/4/2021).

Dijelaskannya, tak hanya sebatas memberikan ruang beribadah kepada masyarakat, kehadiran musala di halte dan stasiun diharapkannya dapat mendorong masyarakat menggunakan kendaraan umum.

“Jam kantor itu selesainya jam lima sore, dan masyarakat mulai bergerak pulang itu setengah enam sore. Di perjalanan itu ratusan ribu orang menggunakan kendaraan umum, tapi punya keluhan kami maghriban (salat magrib) di mana?,” ujar Anies.

“Harapannya nanti akan ada desain-desain musala di dalam halte dan di dalam stasiun yang memfasilitasi jutaan warga Jakarta yang sore hari pulang, sehingga tidak lagi kesulitan salat magrib,” tambahnya.

Baca juga: Anies Banggakan Jokowi, AtasJasanya Pengelolaan Stasiun di Ibu Kota Kini Dipegang Pemprov DKI

Kata dia, pendeknya waktu melaksanakan salat magrib sekitar satu jam mendorong pemerintah membuat musala di halte dan stasiun.

Hal ini berbeda dengan salat wajib lainnya, yang cenderung waktunya lebih lapang.

Dalam kesempatan itu, Anies juga bersyukur dengan sistem transportasi darat dan berbasis rel di Ibu Kota yang kini telah terintegrasi.

Pengelolaan transportasi itu sekarang tergabung dengan program Jaklingko yang telah diluncurkan Anies sejak 2018 lalu.

Baca juga: IPK Capai 3,2, Penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini Dikenal Berprestasi di Universitas Gunadarma

Untuk penataan stasiun, Pemprov DKI dipaparkannya telah memiliki kewenangan lewat PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Perusahaan ini merupakan hasil patungan (joint venture) antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan saham 51 persen, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan saham 49 persen.

“PT KAI sangat supportif karena KAI tahu persis, kalau kereta tidak menyambung dengan bus maka orang naik kereta pun bakal turun. Tapi begitu turun di stasiun, bisa langsung bisa pindah ke bus (Transjakarta), nah pengelolaan stasiun oleh kami, tapi (pengelolaan) keretanya tidak. Jadi hanya stasiunnya, sehingga betul-betul terintegrasi,” ungkapnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved