Breaking News:

Terorisme

Eks Tokoh Jamaah Islamiyah Nasir Abbas: Teroris Itu Beragama, Tapi Salah Jalan

Mantan Ketua Mantiqi II kelompok Al Jamaah Al Islamiyah (JI), Nasir Abbas, mengingatkan aksi terorisme yang menukil dalil agama itu riil, nyata

Wartakotalive.com/M Nur Ichsan Arief
Ilustrasi - Densus 88 Mabes Polri, memindahkan 26 tersangka aksi terorisme dari Gorontalo dan Makassar ke Mabes Polri di Jakarta, Kamis (4/2/2021). 

Wartakotalive.com, Jakarta - Mantan Ketua Mantiqi II kelompok Al Jamaah Al Islamiyah (JI), Nasir Abbas, mengingatkan aksi terorisme yang menukil dalil agama itu riil, nyata.

Sudah begitu banyak pelaku teror bersaksi, yang hidup maupun yang mati, menarasikan pengalamannya melakukan aksi teror.

Ali Ghufron dan Imam Samudra yang sudah almarhum, menulis buku versi mereka tentang perjalanan hidupnya.

“Ini sudah lama, sudah banyak pelaku yang membuat buku-buku. Kalau ada yang tidak percaya, lalu menyebut ini konspirasi, ke mana saja mereka. Ini nyata, riil,” kata Nasir Abbas di diskusi daring “Api Dalam Sekam : Bom Gereja di Makassar”, Rabu (31/3/2021).

Diskusi diselenggarakan Division of Applied Social Psychologi Research (DASPR), lembaga mitra BNPT dan pemerintah RI terkait usaha deradikalisasi di Indonesia.

Narasumber lain yang dihadirkan, Reno Fitria, analisis forensik psikologi DASPR yang juga pengajar di Universitas Paramadina. Diskusi yang dipandu Fajar Erikha dari DSPAR

“Ada orang-orang yang punya niat, rencana, dan melakukan sesuatu. Ada yang berbaiat ke ISIS. Itu fakta. MIT setuju ISIS, JAD juga menyatakan seperti itu. FPI juga begitu. Ada faktanya. Kita tak perlu ragukan,” tegas sosok yang pernah ditangkap di Bekasi oleh Densus 88 Antiteror ini.

Sosok senior di JI ini lalu menceritakan kilas balik rangkaian aksi teror di Indonesia. Diawali bom malam Natal 2000. “Ini aksi bom pertama kali yang dikooordinir Hambali,” kata Nasir Abbas.

“Zulkarnain belakangan mengaku ikut terlibat merencanakan bom malam Natal 2000. Pelakunya anggota JI. Motif membangkitkan kemarahan orang Kristen menyusul konflik Ambon,” paparnya.

Warga Malaysia yang kini bermukim di Jakarta itu mengatakan, bom waktu ada yang berhasil meledak, ada yang tidak.

Halaman
1234
Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved