Breaking News:

Operasi Asih Asuh

Satpol PP Jakarta Pusat Bawa 70 PMKS ke Panti Sosial saat Operasi Asih Asuh

Sebanyak 70 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) terjaring operasi asih asuh yang digelar Satpol PP Jakarta Pusat, Jumat (26/3).

Warta Kota/Joko Suprianto
Sebanyak 70 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) terjaring operasi asih asuh yang digelar Satpol PP Jakarta Pusat, Jumat (26/3). Para PMKS ini langsung di tampung di dalam GOR. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 70 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) terjaring operasi asih asuh yang digelar Satpol PP Jakarta Pusat, Jumat (26/3). Para PMKS ini langsung di tampung di dalam GOR.

Kasatpol PP Jakarta Pusat, Bernard Tambunan mengatakan operasi ini dilakukan untuk penertiban kota Jakarta dari keberadaan PMKS yang dianggap meresahkan.

"Jadi ini operasi menertibkan kota Jakarta serta mendidik  membina para PMKS di Panti Sosial untuk diberikan keterampilan sehingga tidak lagi di jalanan," kata Bernard, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: VIDEO Baru Bebas, Residivis Ini Kembali Curi Sepeda Motor, Mengaku Bagikan Uang Hasil Curian ke PMKS

Baca juga: Sepekan Dilantik, Menteri Risma Jaring 22 PMKS di Jakarta Meski Tuai Banyak Kritik

Para PMKS yang terjaring beberapa diantaranya merupakan pengemis, manusia silver hingga ondel-ondel.

Bernard menyoroti banyaknya ondel-ondel yang di salah fungsikan sebagai alat untuk mengamen dijalan.

"Ondel-ondel itu kan bukan untuk ajang mengemis. Seperti kita ketahui jika ondel-ondel itu kan budaya Betawi, sehingga tidak boleh dipergunakan untuk mengemis," katanya.

Puluhah PMKS ini juga akan menjalani rapid test terlebih dahulu di GOR Tanah Abang, sebelum mereka akan di kirim ke Panti Sosial untuk dilakukan pembinaan dan diberikan pembekalan keterampilan.

Baca juga: Marak PMKS, Satpol PP Jakarta Barat Jaring Pak Ogah di Sepanjang Jalan Daan Mogot

Baca juga: Razia Protokol Kesehatan, Satpol PP Jakpus Tangkap Puluhan PMKS di Sejumlah Wilayah Jakarta Pusat

Bernard menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan bantuan kepada para pengemis di jalan, hal ini menyebabkan pengemis tersebut berkumpul di area tersebut. 

"Kadang banyak juga itu seperti di Jalan Cokroaminoto orang memberi makan ada yang memberi uang. Sehingga terjadi penumpukan massa. Untuk itu kami himbau jangan sampai terjadi penumpukan massa," ucapnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved