Breaking News:

Razia WNA

Airin Rachmi Diany Bentuk Timpora untuk Merazia WNA yang Berkeliaran di Kota Tangsel

Pemkot Tangsel bekerjasama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang akan merazia WNA yang berkeliaran.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany dalam kegiatan rapat koordinasi Tim Pora dengan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bekerjasama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang untuk melakukan pengawasan terhadap pekerja warga negara asing (WNA). 

Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan pengawasan bakal lebih dilakukan kedua belah pihak dengan memeriksa sejumlah perusahaan yang memperkerjakan WNA.

Menurutnya, pegawasan tersebut akan dilakukan oleh kedua belah pihak dengan membentuk satuan khusus yang diberi nama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).

Baca juga: Petugas Bobol Pintu Apartemen Saat Gelar Razia WNA

Baca juga: Imigrasi Depok Gelar Razia WNA di Apartemen

"Timpora ini dilakukan salah satunya melakukan pengawasan terhadap orang asing,” ujar, Kamis (25/3/2021). 

“Apakah keberadaan mereka itu secara legalitasnya sudah memenuhi persyaratan atau tidak. Jika tidak tentu ada persyaratan yang berlaku untuk ditindaklanjuti," imbuh Airin saat ditemui di bilangan Serpong, Kota Tangsel.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Felicia Sengky membenarkan banyaknya pekerja WNA yang menetap di wilayah Tangsel saat pandemi Covid-19 melanda.

Menurutnya, para WNA tersebut terpaksa menetap dikarenakan tak adanya transportasi yang melayani pemulangan para pekerja asing tersebut.

Ditambah perusahaan yang mempekerjakan para tenaga asing itu berhenti beroperasi usai dilanda pandemi Covid-19.

Baca juga: Kisah Penangkapan WNA Rusia Buronan Interpol, Andrew Ayer Dibantu Kekasih Kabur dari Kantor Imigrasi

Baca juga: Airlangga Persilakan WNA Kunjungi ke Indonesia meski Pandemi, tapi Ada Syaratnya

"Saya melaporkan bahwa banyak ditemukan orang asing yang datang dengan sponsor atau perusahaan A,” ujarnya. 

“Saat perusahaannya colapse mereka banyak ditemukan, mereka tidak bisa kembali ke negaranya, mereka bekerja di tempat yg lain. Ini kan merupakan pelanggaran keimigrasian juga," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved