Breaking News:

Budi Mengaku Sebelum Kapal Menghantam Pemecah Ombak, Mesin Kapal Mati

Ombak yang besar mengakibatkan kapal yang alami mesin mati akibat diduga kehabisan bahan bakar tersebut terombang ambing hingga menabrak breakwater. 

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Evakuasi nelayan yang tenggelam di sekitar Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (21/3/2021) setelah kapal menghantam breakwater atau pemecah ombak. 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA - Kapal yang digunakan sejumlah pemancing yang hancur akibat menghantam breakwater atau pemecah ombak di sekitar Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (21/3/2021) sempat mati mesin. 

Seorang pemancing, Budi (40) menceritakan hal itu terjadi saat mereka hendak pulang ke daratan seusai memancing. Budi bersama rekannya yang lain menghubungi nakhoda kapal dan meminta untuk menjemput .

“Habis mancing kita telepon yang punya kapal untuk pulang pas kapal dalam perjalanan mesin mati,” ucapnya, Minggu (21/3/2021). 

Namun ombak yang besar mengakibatkan kapal yang alami mesin mati akibat diduga kehabisan bahan bakar tersebut terombang ambing hingga menabrak breakwater. 

Baca juga: Ini Klarifikasi Lengkap Kejaksaan Agung Soal Video Jaksa Diduga Terima Suap di Sidang Rizieq Shihab

Baca juga: Mulai Senin 22 Maret 2021, Garuda Indonesia Gunakan Pesawat Berbadan Lebar Rute Jakarta-Denpasar

Beruntung dalam peristiwa tersebut, Budi masih bisa menyelamatkan diri. Budi bertahan di tengah terjangan ombak dengan berusaha agar tetap mengapung hingga mendapat pertolongan. 

“Kita masing-masing kenalnya di tempat. Pas mau keberangkatan itu sama nggak saling kenal. Kalau biaya sewanya Rp 40.000,” kata pemancing asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu. 

Sementara nakhoda kapal, Heri Samsul Bahri alias Acai mengatakan pada saat kejadian dirinya akan menjemput para pemancing untuk kembali ke daratan usai memancing ikan. 

“Kejadian di luar dam, mau pulang tahunya mesin mati, dihajar ombak ke dam beton, terus pecah, tenggelam,” ungkapnya. 

Acai menceritakan seluruh penumpang kapal berukuran panjang 7 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut tidak sampai melebihi dari kapasitas yang telah ditentukan. “Saya yang bawa kapal. Total ada 16, biasanya maksimal 20-25 orang,” katanya. 

Adapun dalam peristiwa tersebut, tiga dari 16 penumpang kapal meninggal dunia. Ketiganya bernama Tjunseng Engun (47) alamat Jembatan Lima, Jakarta Barat, Gunawan Law (36) alamat Tambora, Jakarta Barat, dan Yahya Suryadi (44) alamat Tomang, Jakarta Barat.

Sedangkan untuk korban selamat bernama Heri Samsul Bahri (42) nahkoda kapal, Haji Hanafi (60) alamat pademangan, Jakarta Utara, A. Safian (40) alamat Manggarai, Jakarta Selatan, Andi Saifudin (36) alamat Rawa Badak, Jakarta Utara.

Baca juga: Kementerian Perdagangan Musnahkan Baja Ilegal Senilai Rp 6 Miliar di Jakarta Utara

Baca juga: VIDEO Menikmati Segarnya Air Pegunungan di Curug Golek Bogor

Kemudian Ardi (39) alamat Jembatan 5, Jakarta Barat, Acan (53) alamat Jembatan 5, Jakarta Barat, Alek (45) alamat Jembatan 5, Jakarta Barat, Dudung Abdul Dahim (49) dan Budi (40) alamat Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 

Selanjutnya Nanang Suherlan (40) alamat Koja, Jakarta Utara, Bambang Yudistira (35) alamat Rawa Badak, Jakarta Utara, M. Rahman Abdullah (23) alamat Serang, Banten dan Suherman (48) alamat Kebon Jeruk, Jakarta Utara. 

Adapun ketiga jenazah pemancing oleh petugas kemudian dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat guna proses autopsi.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved