Berita Internasional
Amerika Serikat Gertak Korea Utara, Ini Pemicunya
Amerika Serikat Gertak Korea Utara, Ini Pemicunya. Simak selengkap-lengkapnya di dalam berita ini.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Korea Utara digertak oleh Amerika Serikat.
Hal itu dilakukan negeri paman sam setelah menggertak Rusia dan China.
Korut digertak agar tidak berbuat macam-macam.
Amerika Serikat sebelumnya menggertak Rusia dan China dengan menampilkan Rudal Hipersonik mutakhir yang mampu menempuh 20 kali kecepatan suara, atau lebih dari 15.000 mil per jam.
• Polda Metro Jaya Luncurkan 30 Kamera ETLE Mobile, Setiap Kamera Dapat Merekam Selama 4 Jam
Dengan kecepatan tersebut, rudal canggih itu bisa mencapai Moskow dalam waktu kurang dari 20 menit, dan Beijing dalam 30 menit.
Kali ini, AS melalui Menteri Pertahanannya, Lloyd Austin memperingatkan Korea Utara bahwa pasukannya siap untuk bertempur malam ini juga.
Melansir New York Post, pernyataan tersebut dilontarkan Austin pada Kamis (18/3/2021) sebagai tanggapan atas pernyataan Korea Utara yang mengecam latihan militer gabungan antara AS dengan Korea Selatan.
Sementara itu AS dan Korea Selatan kembali menggelar latihan militer setelah jeda selama lebih dari setahun karena pandemi virus corona.
“Pasukan kami tetap siap untuk bertempur malam ini, dan kami terus membuat kemajuan menuju transisi akhir dari Kontrol Operasional masa perang ke Komando Pasukan Gabungan masa depan,” kata Austin.
"Meski memenuhi semua persyaratan untuk transisi, ini akan membutuhkan lebih banyak waktu, saya yakin bahwa proses ini akan memperkuat aliansi kita," lanjut Austin.
• Djajang Nurjaman Sebut Laga Barito Putera vs PSIS Semarang Bakal Berjalan Menarik
Sebelumnya, Austin dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba di Jepang pada Senin (15/3/2021).
Keduanya tiba di negara tersebut dalam rangka bersafari ke negara-negara sekutu AS di Asia untuk menegaskan kembali komitmen “Negeri Paman Sam” di kawasan itu.
Namun, upaya diplomasi yang dipimpin Washington yang berfokus pada denuklirisasi Korea Utara tetap terhenti karena terkait sanksi yang dijatuhkan.
Para ahli sedang mempertimbangkan potensi kompromi yang akan membekukan kegiatan nuklir Korea Utara dengan imbalan pelonggaran sanksi.
“Kami berkomitmen untuk denuklirisasi Korea Utara, mengurangi ancaman yang lebih luas yang ditimbulkan Korea Utara terhadap AS dan sekutu kami,” kata Austin.
Dia menambahkan, AS juga berkomitmen untuk meningkatkan kehidupan semua “rakyat Korea”. “Termasuk rakyat Korea Utara yang terus mengalami pelanggaran yang meluas dan sistematis di tangan pemerintah yang represif,” lanjut Austin.
Awal pekan ini adik Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, menegur pemerintahan Biden sambil mengecam latihan perang.
• 26 Tahun Nike Ardilla Meninggal, ANTV Hadirkan Special Tribute Untuk Nike Ardilla di 28 Tahun ANTV
Latihan militer tersebut dianggap Korea Utara sebagai latihan invasi.
"Kami mengambil kesempatan ini untuk memperingatkan pemerintahan baru AS yang berusaha keras untuk menebar bubuk bau di tanah kami," kata Kim Yo Jong sebagaimana diberitakan KCNA.
"Jika dia (Biden) ingin tidur lelap selama empat tahun mendatang, lebih baik jangan menyebabkan bau,” sambung Kim Yo Jong.
Beberapa ahli berpendapat, Korea Utara akan meningkatkan uji coba misilnya sebagai taktik negosiasi.
Saat ini, AS tak segan-segan untuk berkomentar keras terhadap negara-negara yang dinilai memprovokasi perdamaian dunia.
Amerika Serikat pun tampil di Laut China Selatan sebagai Polisi Dunia untuk mencegah terjadinya pelanggaran yang dilakukan China.
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Makin Panas, Amerika Tantang Kim Jong Un Perang, Menhan AS: Malam Ini Pun Kami Berani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pemimpin-korea-utara-kim-jong-un-a.jpg)