All England
VIDEO 3 PROTES Keras Dubes Indonesia Ke BWF dan Panitia, Indonesia Dipaksa Mundur dari All England
Dubes Desra Percaya layangkan surat berisi 3 poin protes keras Indonesia kepada Presiden BWF Poul-Erik Høyer Larsen dan Badminton Inggris.
Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
WARTAKOTALIVE.COM, LONDON-- Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya, mengirimkan surat protes keras kepada Badminton World Federation (BWF) dan Federasi Badminton Inggris.
Surat tersebut berisi tiga tuntutan yang diminta Tim Indonesia kepada BWF dan Federasi Badminton Inggris.
Di samping itu, Dubes juga mengancam BWF dan Badminton Inggris bahwa ada ratusan juta penonton badminton di Indonesia.
"Saya segera layangkan surat yang cukup keras kepada Presiden BWF Poul-Erik Høyer Larsen dan Chief Executive at Badminton England Adrian Christy," ujar Desra Percaya dalam jumpa pers virtual, Kamis (18/3/2021) malam.
Desra menggelar jumpers didampingi Manajer Tim Badminton Indonesia, Ricky Soebagja.
Ada 3 poin penting dalam surat yang dilayangkan Dubes Desra Percaya ke BWF dan Badminton Inggris sebagai penanggung jawab Yonex All England 2021.
Baca juga: Tim Bulutangkis Indonesia Dijegal, Dubes RI untuk Inggris Kecewa, Surati BWF dan Badminton Inggris
Baca juga: 4 Pertanyaan yang Perlu Dijawab PBSI Untuk Tentukan Siapa yang Salah Dalam Kasus All England 2021
1. Kekecewaan
Dubes menyampaikan kekecewaan yang mendalam atas penarikan Tim Indonesia dari Yonex All England 2021 dan harus dikarantina 10 hari.
2. PCR Tes dan Vaksin
Poin kedua, kata Dubes, Indonesia akan menyampaikan fakta-fakta terkait PCT test dan protokol kesehatan serta vaksin yang sudah dilakukan kepada para atlet.
Dalam akun instagram Mohammad Ahsan, pemain dobel Indonesia, yang berpasangan dengan Hendra Setiawan, terdapat unggahan foto yang menunjukkan bahwa dia telah dua kali divaksin Covid-19.
3. Ketidakadilan
Dalam pandangan Dubes Desra Percaya, BWF dan Badminton Inggris, telah memperlakukan Tim Badminton Indonesia secara tidak adil.
"Ada atlet dari negara lain yang sudah positif, kemudian dites lagi. Kenapa Indonesia yang negatif dan hanya indikasi berinteraksi dengan orang diduga positif, tidak dites lagi," ujar Desra Percaya.
"Kita kejar terus agar tes kepada pemain dan tim pendukung juga diberikan," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/timnas-indonesia-all-england-2021-di-karantina.jpg)