Persita Tangerang
Sanjung Widodo Cahyono Putro, Curva Sud Ingin Persita Tangerang Punya Logo Bintang pada Kostumnya
Salah satu suporter ultras Persita Tangerang, Curva Sud, berkeinginan Persita Tangerang miliki lambang bintang di jersey-nya.
Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Sigit Nugroho
"Kami merindukan eranya pemain hitam. Terakhir melawan Petrokimia, Persita jadi runner-up. Pemain asal Afrika itu punya totalitas," kata Umai mewakili pengurus pusat Curva Sud.
"Era dulu, pemain hitam di Persita sering disegani juga. Tetapi kembali lagi ke manajemen. Bukan berarti kami tidak suka pemain asal Amerika Latin atau lainnya. Hanya beda saja," ujar Umai.
Baca juga: Mirip Ultras Eropa, Ini Kisah Nekat Curva Sud Persita Ganggu Tidur Pemain Lawan Jelang Pertandingan
Baca juga: No Name No Face, Ini Maknanya Jadi Anggota Curva Sud, Suporter Garis Keras Persita Tangerang
Baca juga: Suporter Curva Sud Tidak Sudi Stadion Persita Dijadikan Kandang Oleh Dewa United di Kompetisi Liga 2
Umai mengucapkan bahwa pemain asing asal Afrika itu juga cepat adaptasi dan kompak dengan pemain lokal dan punya daya tahan fisik yang kuat hingga pertandingan usai.
Hanya saja, meski ada keinginan, Curva Sud tetap mempercayakan komposisi pemain ke pelatih dan manajemen.
"Sebagai suporter kami akan tetap dukung dan kritik. Seperti saat Liga 2 musim lalu, kami menghampiri pemain dan manajemen," ucap Umai.
"Kami tanyakan niat mereka. Kami juga pernah menghentikan bus pemain. Hanya untuk memberikan kritikan. Kami tak mau Persita, tim kebanggaan kami terpuruk," tutur Umai.
Ada pun untuk musim Liga 1 2021, Curva Sud berharap, agar Persita tak hanya mampu bertahan tetapi juga masuk ke 10 besar.
"Cita-cita terbesar tentunya Persita juara. Tetapi, kami rasional. Semoga, ke depannya bisa," ucap Umai.
Nyoman Bertanggung Jawab
Di sisi lain, performa tim sepak bola memang tak selamanya membaik, tim sekelas Liverpool, Manchester United, Barcelona, dan tim besar lainnya juga pernah mengalami inkonsistensi permainan, bahkan kekalahan beruntun.
Saat kondisi memburuk itu lah sering muncul kabar-kabar mengejutkan, sebut saja pemecatan pelatih, pelepasan atau penjualan pemain.
Boleh disebut posisi rawan kerap menghampiri.
Ternyata, posisi rawan pemecatan tak hanya ada pada level pelatih, asisten pelatih, posisi manajer tim pun punya risiko yang sama.
Hal itu disampaikan Manajer Tim Persita Tangerang, I Nyoman Suryanthara.
"Bicara status atau pekerjaan pasti ada konsekuensi masing-masing. Pelatih, pemain, dan saya sebagai manajer punya penilaian pula. Namun, mengenai hasil biasanya kami akan tanggung semuanya. Artinya, tak hanya hasil positif yang kami syukuri, melainkan kami juga bersama-sama bertanggung jawab dengan hasil negatif," kata Nyoman.
Baca juga: Manajer Persita Tangerang I Nyoman Suryanthara Anggap Bullying Sebagai Masukan ke Pendekar Cisadane
Baca juga: Manajer Tim Persita Tangerang I Nyoman Suryanthara Minta Suporter Tak Datang ke Stadion Maguwoharjo
Baca juga: Manajer Tim Persita I Nyoman Suryanthara Meminta Pemain Bisa Tampil Maksimal di Piala Menpora 2021