Vaksinasi Covid19
Epidemiolog Sebut Perilaku Keluarga ASN dan DPRD Kota Tangsel Perkeruh Program Vaksin Covid-19
Sejumlah keluarga ASN dan DPRD Kota Tangerang Selatan secara diam-diam tercatat sebagai penerima vaksin covid-19 pada tahap kedua.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Sejumlah keluarga aparatur sipil negara (ASN) dan DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) secara diam-diam tercatat sebagai penerima vaksin covid-19 pada program tahap dua ini.
Hal itu didapati Wartakotalive.com saat meninjau jalannya program vaksinasi covid-19 tahap dua di Rumah Sakit Umum Kota Tangsel pada Selasa, 16 Maret 2021.
Padahal, pihak Pemkot Tangsel secara gamblang menyampaikan sasaran prioritas penerima vaksin covid-19 tahap dua yakni ASN, TNI, Polri, wartawan, pedagang pasar, tokoh agama, tenaga pendidik, individu berkategori lanjut usia (lansia), dan pekerja pelayan publik.
Menanggapi hal tersebut, Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan hal tersebut dapat menimbulkan opini publik yang cenderung negatif terkait pelaksanaan program vaksin covid-19 tahap dua oleh Pemkot Tangsel.
Menurutnya, opini negatif tersebut merujuk terhadap hak istimewa penerima vaksin dengan jalur kekeluargaan baik dari pihak ASN maupun anggota DPRD Kota Tangsel.
Baca juga: Orang yang Mengidap 28 Jenis Penyakit Penyerta Ini Boleh Divaksin Covid-19, Termasuk HIV dan Asma
Baca juga: Persikabo 1973 Difavoritkan Juara, Lansia di Kota Bogor Divaksin Covid-19 Secara Drive Thru
Baca juga: Cukup Bawa KTP, Lansia Warga Jabodetabek Antusias Divaksin Covid-19 di Istora Senayan
Baca juga: Hasil Uji Moderna Vaksin Covid-19 untuk Anak dan Bayi 6 Bulan, Jarak Pemberian 28 Hari
"Kenyataannya masyarakat akan merasakan. Bahkan bisa diantaranya (berpandangan-red) orang-orang yang terdekat yang mendapat privileg (hak istimewa)," kata Dicky saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Jumat (19/3/2021).
Dicky menjelaskan untu menghindari pandangan negatif publik, Pemkot Tangsel semestinya segera merespon temuan tersebut.
Pasalnya, sasaran prioritas penerima program vaksin covid-19 tahap dua telah tersosialisasikan secara gamblang kepada masyarakat.
"Artinya juga kalau kita memilih seperti itu, semua ini diprioritaskan keluarganya kita akan jauh dari kata berhasil menurunkan dampak nyata dari angka kesakitan, kematian. Ini yang di bawah permukaannya seperti fenomena gunung es nya semakin besar itu," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ujicoba-vaksin-covid-19-moderna-untuk-bayi-6-bulan-hingga-anak-12-tahun.jpg)