Selasa, 5 Mei 2026

Berita internasional

Disebut Pembunuh, Vladimir Putin Tantang Joe Biden Berdebat secara Live

Presiden Rusia Vladimir Putin merespon pernyataan Presiden AS Joe Biden yang menyebutnya "pembunuh" dengan menantang Biden untuk berdebat

Tayang:
Reuters/Maxim Shemetov via nationalreview.com
Presiden Rusia Vladimir Putin tantang Joe Biden berdebat 

Wartakotalive.com - Presiden Rusia Vladimir Putin merespon pernyataan Presiden AS Joe Biden yang menyebutnya "pembunuh" dengan menantang Biden untuk berdebat yang disiarkan langsung secara online.

"Saya baru saja memikirkannya sekarang," kata Putin kepada reporter televisi pemerintah Rusia, seperti yang dilansir ABC News.

"Saya ingin mengusulkan kepada Presiden Biden untuk melanjutkan pembahasan kita, tetapi dengan syarat kita melakukannya secara langsung, begitulah sebutannya."

"Tanpa penundaan apapun dan dalam diskusi terbuka dan langsung."

"Bagi saya, hal itu akan menarik bagi rakyat Rusia dan bagi rakyat Amerika Serikat."

Undangan Putin tampaknya menjadi tantangan bagi Biden untuk melaksanakan debat langsung di televisi, buntut dari Biden yang mengatakan ia setuju bahwa Putin adalah seorang "pembunuh".

Pernyataan kontroversial itu diucapkan Biden dalam sebuah wawancara dengan George Stephanopoulos dari ABC News.

Setelah memberikan undangan, Putin menyebut ia tidak mau menunda-nunda, mengusulkan agar dirinya dan Biden mengadakan pembahasan paling cepat Jumat.

"Saya tidak ingin menunda ini lama-lama. Saya ingin pergi ke taiga akhir pekan ini untuk sedikit bersantai," kata Putin.

"Jadi kami bisa melakukannya besok atau Senin. Kami siap kapan saja sesuai keinginan pihak Amerika."

Menanggapi pertanyaan wartawan, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki menyebut diskusi tersebut tidak mungkin terjadi.

Ia juga menekankan bahwa Biden dijadwalkan melakukan perjalanan ke Georgia pada hari Jumat.

"Presiden, tentu saja, akan berada di Georgia Jumat dan cukup sibuk," katanya.

Pernyataan Biden dalam wawancara ABC yang disiarkan Rabu (17/3/2021) telah memicu reaksi marah dari pemerintah Rusia.

Rusia bahkan mengambil langkah besar untuk memanggil duta besarnya kembali ke Moskow untuk "konsultasi" atas komentar tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved