Senin, 4 Mei 2026

Berita Daerah

Pengikut Kelompok Mandi Bugil Aliran Hakekok Ingin Kaya Raya tapi Gagal, Polisi Temukan Kondom

Kelompok aliran hakekok yang mandi bugil bersama ternyata sudah lama. Para pengikut mengaku ingin cepat kaya tapi gagal

Tayang:
Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Polisi berjaga-jaga di sekitar rumah milik A (52), pimpinan dugaan aliran sesat Hakekok di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, diberi garis polisi pada Jumat (12/3/202 1). Sebelumnya polisi mengamankan 16 orang anggota kelompok aliran Bakekok di desa tersebut usai laporan ritual mandi bareng antara laki-laki dan perempuan hingga anak-anak tanpa busana. 

Rencananya, 16 Orang tersebut akan dibawa ke rumah singgah sembari dilakukan pembinaan.

Baca juga: Yuri Gagarin Trending, Anies Baswedan Pamer Patungnya, Netizen: Bukankah Yuri Gagarin itu Komunis?

Ditemukan Kondom

Belasan pria, wanita, dan anak-anak telanjang mandi bersama di tengah perkebunan sawit.

Ritual tersebut diklaim untuk membersihkan dosa.

Alat kontrasepsi berupa kondom jadi bukti saat pimpinan ajaran tersebut ditangkap.

Mereka mandi bersama di penampungan air PT GAL di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Kamis (11/3/2021).

Hal tersebut pun sontak membuat geger masyarakat.

Sebanyak 16 orang tersebut akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian Polres Pandeglang.

"Ada 16 orang yang diamankan, terdiri dari lima perempuan dewasa, delapan laki-laki, dan tiga anak-anak," kata Wakapolres Pandeglang, Kompol Riky Crisma Wardana.

Baca juga: Javier Zanetti Menyatakan Inter Milan tidak akan Merekrut Lionel Messi dari Barcelona

Awalnya hal tersebut terungkap dari laporan warga, yang menilai adanya kejanggalan dari ritual tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, ritual sesat itu dilakukan bertujuan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan menjadi lebih baik.

Dibawa Pria Asal Bogor

Kompol Riky Crisma Wardana juga mengatakan, ajaran Hakekok pertama kali dibawa oleh E yang kini sudah meninggal.

Kemudian diteruskan oleh warga berinisial A pria yang  berusia 52 tahun.

A mengaku murid seorang pemimpin ajaran tersebut yang berasal dari Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved