Breaking News:

Bisnis

Tren Penuhi Kebutuhan Internet Tinggi dan Targetkan 100 Ribu Modem Terjual Tahun Ini

Antusias dan permintaan akan modem Tren merangkak cepat. Tercatat lebih dari 1.000 unit modem telah terjual sampai saat ini

dok tren
Soft Launching Tren 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Antusias dan permintaan akan modem Tren merangkak cepat. Tercatat lebih dari 1.000 unit modem telah terjual sampai saat ini.

"Kami bisa dibilang satu-satunya, bukan di Indonesia bahkan di dunia yang menjual alat seperti ini secara direct selling," ujar Founder Tren, Martin Carter di sela-sela Soft Launching Tren di Jakarta.

Hal ini diamini Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI), Andrew Susanto yang ikut hadir dalam acara ini.

"Bisnis Tren ini belum ada kompetitornya di Indonesia. Ini ide cemerlang dengan membuka usaha seperti ini karena internet memang menjadi kebutuhan saat ini", kata Andrew, dalam siaran persnya, Senin (8/3/2021).

Menurut Martin, modem mobile internet Tren ini memberikan solusi untuk masyarakat dalam penyediaan kebutuhan internet.

"Modem kami berteknologi tinggi karena tidak menggunakan sim card, tidak ada kata blank spot karena bisa mencari jaringan dengan baik, asal di daerah itu ada menara BTS", ujar Martin.

Sementara itu, Co-Founder Tren, Allia Rosa mengatakan bahwa  bisnis ini tak mengenal masa, termasuk di masa pandemi, kebutuhan masyarakat terhadap internet semakin tinggi.

"Kebutuhan akan akses internet semakin meningkat karena kini banyak orang yang tinggal di rumah saja, tentu saja ini menjadi satu peluang yang bagus", tutur Allia.

Lewat bisnis ini, Tren mengajak siapapun yang ingin bekerjasama membangun jaringan bisnis di bidang jaringan internet.

"Kami memiliki sistem kemitraan, yang dibuat agar bisa menjadi solusi dan berkat bagi banyak orang", terang Allia.

Target Tren dalam tahun ini pun cukup signifikan. 100 ribu modem ditargetkan terjual dalam tahun ini.

Dalam gelaran Soft Launching ini, Tren mengajak member VIP-nya melakukan perjalanan ke sebuah pulau di Kepulauan Seribu dengan menaiki kapal Private Cruise Quicksilver.

Selama perjalanan para mitra dimanjakan dengan iringan live music dan hiburan menarik lainnya serta hidangan makan siang yang mewah.

Acara dilanjutkan dengan Gala Dinner di Batavia Marina yang dihadiri dan dibuka Ketua Umum AP2LI, Andrew Susanto dan Founder Yayasan Tangan Pengharapan, Yohanes Kristianus dan Henny Kristianus.

Penulis: M Nur Ichsan Arief
Editor: M Nur Ichsan Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved