Breaking News:

Berita Nasional

Ketua DPC Partai Demokrat Kab Bekasi Bakal Pecat Kader yang Hadiri KLB Kubu Moeldoko

DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi Bakal Pecat Kadernya Bila Terbukti Hadiri KLB Partai Demokrat Kubu Moeldoko

KOMPAS/NIKSON SINAGA
Suasana Partai Demokrat terus memanas di tengah rencana Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan digelar di The Hill Hotel and Resort Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Salah satunya dengan adanya perang spanduk antar kubu. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -  Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi, Romly, memastikan tak ada seorang pun pengurus maupun kader yang datang ke Kongres Luar Biasa (KLB) yang direncanakan digelar kubu Moeldoko di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Romy mengungkapkan jika terbukti ada menghadiri acara tersebut, dipastikan pengurus ataupun kader tersebut bakal dipecat dan dicabut keanggotaannya.

“Kita tegas, ketika ada yang berangkat ke KLB itu langsung kita pecat," tegas dia.

Meski demikian, Romly mengaku khawatir jika ada pihak yang mengatasnamakan Kabupaten Bekasi dengan memanipulasi dokumen, seperti kop surat, maupun stempel palsu.

"Makanya jika ketahuan terjadi begitu nanti urusannya malah ke ranah hukum,” ungkap dia.

Baca juga: Kader dan Pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi Dipastikan Tidak Hadiri KLB Partai Demokrat

Kendati adanya upaya pelaksanaan KLB ini, Romli mengaku tak terlalu menggubrisnya. Sebab menurut dia, kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono atau biasa disapa AHY secara sah menjadi Ketua Umum Partai Demokrat pada 2020.

“Saya berangkat ke kongres 2020 kemarin, dan menjadi peserta pada kongres itu. AHY terpilih secara aklamasi, tidak ada satupun peserta yang menolak. Jadi untuk apalagi kepemimpinan AHY dipersoalankan, kan kita semua yang pilih,” tutur dia.

Baca juga: Jokowi Sering Sampaikan ke Kementerian, Lembaga dan BUMN Agar Produk Dalam Negeri Diberi Ruang Lebih

Romly juga mempertanyakan jika ada pihak mengklaim KLB akan tetapi hanya diihadiri segelintir saja itu juga tidak dinyatakan sah.

KLB dinyatakan sah jika dihadiri dua per tiga jumlah DPD dan setengah jumlah DPC serta direstui majelis partai.

“Itu berdasarkan AD ART yang telah disahkan oleh Kemenkumham. Makanya kita bingung, ini dari mana pesertanya karena kita juga baru deklarasi kesetiaan, dan 34 ketua DPD se-Indonesia juga melakukan hal yang sama,” bebernya.

Baca juga: Jokowi Sering Sampaikan ke Kementerian, Lembaga dan BUMN Agar Produk Dalam Negeri Diberi Ruang Lebih

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved