Breaking News:

Berita Depok

Warga Depok Pusing Harga Cabai Melambung Tinggi, Berharap Pemerintah Turun Tangan

Warga Depok pusing harga cabai melambung tinggi, berharap Pemerintah turun tangan.

Warta Kota
Warga Depok pusing harga cabai melambung tinggi, berharap Pemerintah turun tangan. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Warga Depok pusing harga cabai melambung tinggi. Berharap Pemerintah turun tangan.

Belum juga usai pandemi Covid-19, kini masyarakat kembali dihadapi dengan naiknya harga cabai.

Keterpurukan ekonomi akibat virus yang mendunia ini pun seakan menambah pilu masyarakat.

Seperti yang dialami Yayat (65) warga Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Untuk melengkapi rasa masakannya, Yayat mengaku dirinya tak bisa lepas dari peran cabai sebagai penambah cita rasa.

Namun kini, naiknya harga cabai membuatnya kelimpungan dalam mengolah makanan.

Sebab, Kamis (4/3/2021) pagi tadi, dirinya mengaku hanya mampu membeli cabai seharga Rp 5.000.

Baca juga: Harga Cabai di Depok Melambung Tinggi, Ini yang Dilakukan Pedagang Pecel Lele Agar Tetap Laku

Ia membeli hanya untuk menghadirkan rasa yang berbeda demi pemuas nafsu makan.

"Ini saya beli di tukang sayur keliling, kalau ke pasa kan ngga boleh beli dikit harus banyak. Sementara hari ini aja harga perkilogramnya sudah Rp 140.000," kata Yayat saat ditemui Warta Kota di rumahnya kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat, Kamis (4/3/2021).

Harga Rp 5.000 yang dibeli Yayat diakuinya tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhannya dalam memasak. Terlebih harga tersebut juga tidak membuatnya mendapatkan cabai rawit.

"Biasanya saya beli Rp 3.000 sudah sama rawit tapi ini Rp 5.000 cuma dapat cabai merahnya doang, ini juga dikit ngga kayak sebelumnya (harga naik)" akunya.

Baca juga: Siasati Lonjakan Harga Cabai, Ini yang Dilakukan Pemilik Rumah Makan Ayam Penyet di Depok

Kenaikan harga ini pun dirasakan Yayat memberatkan dirinya.

Sebab, dirinya harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi dari biasanya untuk bisa menyajikan makanan bagi keluarga tercinta.

"Ya pastinya memberatkan banget ya, apalagi di jaman Covid ini, pengeluaran banyak tapi pemasukan dikit malah kadang ngga ada," kata Yayat.

"Tadi juga saya belanja habis Rp 75.000 cuma dapat dikit, dapat ikan asin doang lauknya sama tempe. Saya sih penginnya harganya balik lagi kayak sebelumnya," tambahnya.
 

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved