Breaking News:

Kriminalitas

Pembacok Polisi di Menteng Mantan Guru Ngaji, Berubah Jadi Brutal dan Pemabuk saat Gabung Geng Motor

Sebelum beraksi, para anggota geng itu terbiasa meminum-minuman keras. Sehingga muncul keberanian saat berduel dengan lawan.

Wartakotalive.com
Ilustrasi geng motor 

"Bahkan sangking niatnya berduel. Kelompok ini membeli senjata tajam di pengrajin di Senen dengan harga Rp350 ribu," terang Iver.

Senjata itu yang kemudian akhirnya dijadikan alat untuk membacok salah satu anggota polisi Aiptu Dwi Handoko. 

Saat itu Dwi tengah membubarkan para pelaku tawuran yang mana salah satunya adalah R.

Tidak ada syarat khusus kata Iver untuk masuk geng tersebut.

Baca juga: Viral di Media Sosial, Begini Kronologis Satpol PP Bersitegang dengan Skateboarders di Bundaran HI

Terpenting anggota harus memiliki keberanian dalam bertarung utamanya menggunakan kekerasan.

Bukan kali ini saja mereka menggunakan kekerasan dalam setiap duel.

Sebelumnya, kelompok tersebut juga pernah tawuran dengan senjata tajam di Penjaringan, Jakarta Utara.

Bahkan aksi kekerasan itu dilakukan sepekan sebelum pembacokan terhadap aparat polisi.

Baca juga: DKI Jakarta Keluar dari Zona Merah Covid-19, Ariza Apresiasi Meningkatnya Kedisiplinan Masyarakat

Oleh karena itu pihak Polsek Metro Menteng menjamin akan memburu 35 sampai 40 anggota geng motor yang meresahkan tersebut.

"Maka dari itu ini menjadi perhatian dan fokus kami untuk menghindari terjadinya kekerasan yang dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar baik korban jiwa, luka, maupun konflik di masyarakat," jelas Iver.

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved