Banjir Bekasi
Ridwan Kamil Terkejut, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Minta Percepatan Program Citarum Harum
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut jebolnya tanggul Sungai Citarum karena debit air sungai yang melebihi kapasitas.
Penulis: Muhammad Azzam |
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut jebolnya tanggul Sungai Citarum karena debit air sungai yang melebihi kapasitas.
Dari kapasitas Sungai Citarum sebanyak 800 meter kubik pada beberapa hari terakhir, kata kang Emil, debit naik hingga 1.300 meter kubik.
Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratulloh mendorong optimalisasi realisasi program Citarum Harum untuk mengatasi persoalan banjir di bantaran Sungai Citarum.
Video: Kepala BNPB dan Sejumlah Menteri Tinjay Tanggul Citarum Jebol di Karawang
“Kita minta dan akan mendorong terus percepatan serta optimalisasi program Citarum Harum untuk mengatasi persoalan bantaran Sungai Citarum," kata Holik dalam keterangan, pada Senin (1/3/2021).
Holik menuturkan program Citarum Harum itu meliputi normalisasi, pelebaran, hingga penangganan sampah.
Diharapkan program itu dapat mengatasi persoalan di Sungai Citarum hingga aliran sungai lainnya yang masuk ke Citarum.
Baca juga: Tanggul Sungai Citarum di Pebayuran Jebol 50 Meter, 6.000 KK Terdampak Banjir
Baca juga: VIDEO Petugas Gabungan Mengevakuasi Warga Korban Banjir Akibat Tanggul Citarum Jebol di Pebayuran
"Jadi diharapkan menyelesaikan juga sejumlah aliran kali atau sungai yang masuk ke Kali Citarum seperti Kali Cibeet dan lainnya,”ujarnya.
Selain itu, lanjut Holik, pihaknya akan mendorong ke Kementerian PUPR agar membangun waduk atau bendungan di hulu Kali Cibeet yang merupakan penyumbang terbesar debit air ke Sungai Citarum.
Sehingga menyebabakan tanggul Sungai Citarum yang berada di Desa Sumberurip Kecamatan Pebayuran jebol.
“Harus ada solusi tuntas untuk perbaikan Sungai Citarum sehingga banjir besar tidak terulang kembali. Kami akan dorong, termasuk dari DPR dapil Kabupaten Bekasi- Karawang," tutupnya.
Baca juga: Tanggul Sungai Citarum Jebol, Puluhan Rumah Warga Rusak Berat Diterjang Banjir
Ridwan Kamil Terkejut Jebolnya Tanggul Sungai Citarum Luar Biasa
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut jebolnya tanggul Sungai Citarum, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, karena debit air sungai yang melebihi kapasitas.
Dari kapasitas Sungai Citarum sebanyak 800 meter kubik pada beberapa hari terakhir, debit naik hingga 1.300 meter kubik.
"Jadi Citarum ini meluapnya luar biasa, kapasitasnya 800 meter kubik, kemarin kelimpasan sampai 1.300 meter kubik. Jadi melebihi tinggi dan akhirnya menjebol beberapa titik," papar Ridwan Kamil di lokasi jebolnya tanggul di Desa Sumberurip Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi, Rabu (24/2/2021).
Baca juga: Akses Jalan Menuju Pantura di Kabupaten Bekasi Amblas Imbas Tanggul Sungai Citarum Jebol
Ia menegaskan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam penanganan banjir di wilayah Kota Bekasi maupun Kabupaten Bekasi.
Penanganan itu, baik di aliran Kali Bekasi, maupun Sungai Citarum serta sungai lokal lainnya.
"Jadi kalau ditanya apakah upaya pemerintah, banyak sekali. Baik dari daerah, provinsi, ataupun pusat. Ada yang sudah dikerjakan 100 persen, 50 persen dan ada yang dikerjakan tahun ini," imbuh dia.
Sebagai upaya awal mencegah limpasan air dari Sungai Citarum, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun tanggul darurat di lokasi tanggul jebol.
Ridwan Kamil, mengatakan penanganan tanggul jebol Sungai Citarum itu menggunakan geotekstil.
Baca juga: SAKSI MATA Ungkap Peristiwa Pemuda Disabet Celurit di Duren Sawit hingga Tewas, Ketakutan Mendekat
"Geotekstil sudah dikerjakan sejak kemarin sampai sekarang ini. Mudah-mudahan secepatnya bisa beres," ujarnya.
Takut pulang
Para korban banjir di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi masih khawatir terjadi banjir susulan.
Apalagi curah hujan sampai saat ini masih tinggi dan tanggul jebol belum ditangani.
"Saya bersama keluarga masih akan tetap bertahan di sini sampai ada pemberitahuan resmi dari pemerintah bahwa situasi betul-betul sudah aman," kata Amri (40), seorang pengungsi di lokasi pengungsian di Ponpes Al Hasby Kp. Bakung Desa Karangpatri Kecamatan Pebayuran, Rabu (24/2/2021).
Ia menyebut, sebagian warga sempat kembali ke rumah hanya untuk melihat kondisi rumahnya serta membersihkan sisa banjir.
Akan tetapi, untuk tidur mereka masih memilih tidur di posko pengungsian.
"Ada juga yang sudah pulang dan mulai membersihkan rumahnya. Tapi, mereka masih tidak berani tidur di dalam rumah tetapi tidur di teras rumah," tuturnya.
Jajuli (46) warga terdampak banjir lainnya di Kecamatan Pebayuran juga masih mengungsi bersama keluarganya.
Dia mengungsi di Saung Desa Pebayuran, dikarenakan masih khawatir adanya banjir susulan.
"Mau kembali takut ada banjir lagi, kan tanggul juga masih begitu tahu sudah diperbaiki atau belum," imbuhnya.
Ini dampak langsung tanggul Citarum Jebol
Sebelumnya diberitakan, tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, jebol pada Sabtu (20/2/2021) tengah malam.
Kejadian tanggul jebol itu dilaporkan oleh salah satu relawan bernama Ayung, pada Minggu (21/2/2021).
Ayung menjelaskan tanggul jebol itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB saat hujan intensitas tinggi sedang mengguyur wilayah tersebut.
"Posisi lagi hujan deras, tiba-tiba jebol air langsung meluap," katanya.
Ia menyebut, tanggul jebol yang berada disisi Kabupaten Bekasi dan berbatasan dengan Kabupaten Karawang tersebut membuat 6.000 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
Luapan air dari Sungai Citarum yang tanggulnya jebol tersebut membuat banjir dipermukiman warga dengan ketinggian 1,5 meter.
Baca juga: Jakarta Kebanjiran, Lima Warga Dilaporkan Tewas Tenggelam, Korban Didominasi Anak-anak
Baca juga: Rumahnya di Kemang Kebanjiran Namun Tetap Beri Bantuan Korban Banjir Cipinang, Siapa Hasnaeni Moein?
Saat kejadian warga panik disebabkan kondisi sedang terlelap tidur air masuk dengan cepat.
"Warga dibantu relawan untuk mengungsi ke lokasi Pengungsian di sepanjang tanggul Citarum dan Irigasi," beber dia
Sementara Madrawi (36) salah satu warga yang paling terdampak, mengungkapkan akibat jebolnya tanggul Citarum tersebut rumah terdampak banjir 1,5 meter.
"Tadi malam jebol, dari air dengan cepat meluap ketempat tinggal warga, hampir menenggelamkan rumah,” kata dia.
Baca juga: Ringankan Beban, Pemkot Jakarta Selatan Santuni Korban Banjir Jati Padang
Ia menyebut, hingga saat ini belum terlihat petugas BPBD Kabupaten Bekasi maupun bantuan dari pemerintah di lokasi.
Untuk itu dia meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Tim Sar BPBD Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan evakuasi dan penanganan mengingat masyarakat masih banyak yang terjebak dirumahnya.
"Masih banyak itu yang di lantas dua atau atap rumah, tolong harus segera dievakuasi," tandasnya. (MAZ)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/citarum-soe-0103.jpg)