Selasa, 14 April 2026

Banjir Bekasi

Ridwan Kamil Terkejut, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Minta Percepatan Program Citarum Harum

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut jebolnya tanggul Sungai Citarum karena debit air sungai yang melebihi kapasitas.

Penulis: Muhammad Azzam |
Humas Pemkab Bekasi
Perbaikan tanggul Citarum yang jebol di Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Kementerian PUPR. 

Ia menegaskan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam penanganan banjir di wilayah Kota Bekasi maupun Kabupaten Bekasi.

Penanganan itu, baik di aliran Kali Bekasi, maupun Sungai Citarum serta sungai lokal lainnya.

"Jadi kalau ditanya apakah upaya pemerintah, banyak sekali. Baik dari daerah, provinsi, ataupun pusat. Ada yang sudah dikerjakan 100 persen, 50 persen dan ada yang dikerjakan tahun ini," imbuh dia.

Sebagai upaya awal mencegah limpasan air dari Sungai Citarum, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun tanggul darurat di lokasi tanggul jebol.

Ridwan Kamil, mengatakan penanganan tanggul jebol Sungai Citarum itu menggunakan geotekstil.

Baca juga: SAKSI MATA Ungkap Peristiwa Pemuda Disabet Celurit di Duren Sawit hingga Tewas, Ketakutan Mendekat

"Geotekstil sudah dikerjakan sejak kemarin sampai sekarang ini. Mudah-mudahan secepatnya bisa beres," ujarnya.

Takut pulang

Para korban banjir di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi masih khawatir terjadi banjir susulan.

Apalagi curah hujan sampai saat ini masih tinggi dan tanggul jebol belum ditangani.

"Saya bersama keluarga masih akan tetap bertahan di sini sampai ada pemberitahuan resmi dari pemerintah bahwa situasi betul-betul sudah aman," kata Amri (40), seorang pengungsi di lokasi pengungsian di Ponpes Al Hasby Kp. Bakung Desa Karangpatri Kecamatan Pebayuran, Rabu (24/2/2021).

Ia menyebut, sebagian warga sempat kembali ke rumah hanya untuk melihat kondisi rumahnya serta membersihkan sisa banjir.

Akan tetapi, untuk tidur mereka masih memilih tidur di posko pengungsian.

"Ada juga yang sudah pulang dan mulai membersihkan rumahnya. Tapi, mereka masih tidak berani tidur di dalam rumah tetapi tidur di teras rumah," tuturnya.

Jajuli (46) warga terdampak banjir lainnya di Kecamatan Pebayuran juga masih mengungsi bersama keluarganya.

Dia mengungsi di Saung Desa Pebayuran, dikarenakan masih khawatir adanya banjir susulan.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved