Rabu, 22 April 2026

DKI Kolaborasi Gelar Perayaan Hari Film Nasional 2021 Selama Lima Hari

kegiatan ini digelar secara luring dan daring. Untuk luring dilakukan di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Tribunnews.com
Usmar Ismail 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -   Selama lima hari, 26-30 Maret 2021 Dinas Kebudayaaan DKI Jakarta merayakan Hari Film Nasional Tahun 2021. Perayaan hasil kolaborasi ini digelar sekaligus memperingati 100 tahun kelahiran Usmar Ismail, selaku sastrawan dan pendiri Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini).

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengatakan, acara ini sebagai momentum 100 tahun Usmar Ismail dan perannya selaku sutradara sekaligus produser Perfini. Momen ini dianggap penting terutama bagi insan perfilman agar tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19, dan tantangan ke depan lainnya.

"Ini juga menjadi momentum yang tepat untuk memanggungkan kembali Usmar Ismail dan tokoh-tokoh perfilman nasional," kata Iwan berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin (1/3/2021).

Iwan mengatakan, kegiatan ini digelar secara luring dan daring. Untuk luring dilakukan di Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11 Jakarta Pusat.

Baca juga: Kabar Gembira, KRL Yogya-Solo Rencanannya Akan Diperpanjang Hingga Madiun, Jawa Timur

Baca juga: Setelah Kembalikan Pesawat CRJ1000 ke Leasing, Bos Garuda Pastikan Tak Tambah Jumlah Armada Pesawat

Acara ini diselenggarakan oleh Keluarga Besar H Rempo Urip, Perkumpulan Keluarga Besar H Usmar Ismail, Omah Otara, dan DoRo Institute. Acara ini juga didukung oleh Perpustakaan Nasional RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Persatuan Artis Film Indonesia, serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta.

Hari Film Nasional yang diperingati setiap tanggal 30 Maret tidak lepas dari proses berkarya seorang Usmar Ismail. Pada tanggal 30 Maret 1950, Usmar Ismail selaku sutradara sekaligus sebagai produser Perfini memulai pengambilan gambar atau syuting film hitam putih berjudul “The Long March”.

Film “The Long March” atau “Darah dan Doa” merupakan film pertama yang diproduksi oleh orang Indonesia. Sebelumnya, pada tahun 1926 sudah diproduksi film cerita pertama yang dibuat di Indonesia berjudul “Loetoeng Kasaroeng”. Namun, film tersebut masih diproduksi bersama produser Belanda dan keturunan Tionghoa.

Selain membuat tonggak sejarah baru dalam produksi film nasional, film “Darah dan Doa” menarasikan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Potret-potret sejarah bangsanya menjadi kepedulian seorang Usmar Ismail, termasuk memotret perubahan sosial budaya masyarakat Indonesia dalam sejumlah filmnya. Sebut saja film “Krisis” (1953) dan “Lewat Djam Malam” (1954).           

"Dalam sejarah industri film, Usmar Ismail yang juga pelopor drama modern di Indonesia ini merupakan pendiri Perfini dan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI). Layaklah jika pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat pada 20 Maret 1921 dan wafat pada 2 Januari 1971 ini didapuk sebagai Bapak Film Nasional," jelasnya.

Dalam acara peringatan Hari Film Nasional 2021 dan 100 Tahun Usmar Ismail ini, Panitia Acara mengangkat sejumlah topik mengenai sosok besar Usmar Ismail dan tokoh perfilman sezamannya, yaitu Rempo Urip.

Baca juga: VIDEO Millen Cyrus Mengaku Depresi Sejak Dipenjara, Minta Obat dari Dokter

Baca juga: Rara LIDA Duet Bareng Iwan Fals, Pengalaman Luar Biasa Sepanggung Bersama Legenda Musik Indonesia

Kata dia, Jika Usmar Ismail membangun industri perfilman nasional melalui Perfini, maka Rempo Urip, yang juga seorang sutradara, ikut membesarkan Persari Film yang didirikan oleh Djamaluddin Malik. Salah satu catatan sejarah penting yang ditorehkan Rempo Urip adalah karya film “Rodrigo de Villa”.

"Rempo Urip menjadi salah satu pembuat film Indonesia berwarna pertama melalui film yang diproduksi di Manila, Filipina, tahun 1952," ujarnya.

Menurutnya, Usmar Ismail dan Rempo Urip menjadi subjek utama yang dipilih untuk menceritakan kembali sejarah perfilman Indonesia. Rangkaian kegiatan perayaan disajikan dalam acara pameran artefak film, pemutaran film, dan diskusi. Secara khusus, dalam momentum ini juga diketengahkan kembali pentingnya anugerah Pahlawan Nasional kepada Usmar Ismail dari Negara yang sudah tertunda hampir 3 tahun lamanya.

"Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara ini bisa menghubungi Ketua Panitia Acara Deddy Otara (0818-0886-5872) atau Wakil Ketua Panitia Acara Setiadi Hartoko-Cucu Alm H. Rempo Urip (0888-0971-1997)," ujarnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved