Breaking News:

Berita Jakarta

Digerebek Polisi saat Jalani Praktik Aborsi Ilegal di Apartemen Bassura City, 4 Perempuan Ditangkap

Praktik aborsi ilegal di Apartement Bassura City, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, dibongkar

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Praktik aborsi ilegal di Apartement Bassura City, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, dibongkar Subdit 5 Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Foto dok: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI --- Praktik aborsi ilegal di Apartement Bassura City, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, dibongkar Subdit 5 Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Empat pelaku termasuk satu di antaranya perempuan konsumen yang janinnya hendak diaborsi diamankan petugas dari apartemen pada 19 November 2020 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, empat tersangka kasus ini yang diamankan semuanya adalah perempuan.

Yakni NA (34), SM (49), LM (27) alias Bonet dan NAS, ibu pemilik janin yang akan diaborsi.

“Untuk perannya masing-masing, NA sebagai penanggung jawab dan mencari pasien aborsi. Lalu SM, yang melakukan tindakan aborsi. Ia belajar melakukan aborsi secara otodidak dan pernah bekerja melakukan hal serupa di klinik aborsi ilegal di Raden Saleh,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (25/2/2021).

Kemudian tersangka LS kata Yusri berperan mengantar dan menjemput pasien serta membantu tindakan aborsi.

“Serta yang terakhir adalah NAS, ibu pemilik janin yang akan diaborsi. Saat diamankan, NAS ini sudah diberi obat perangsang untuk janinnya yang berusia 7 bulan sehingga mengalami kontraksi,” kata Yusri.

Karenanya, NAS sempat mengalami pendarahan saat dibawa ke Mapolda Metro Jaya, sehingga dilarikan ke rumah sakit. “Dan janinnya berhasil diselamatkan, dan lahir anak laki-laki,” ujar Yusri.

Ia memastikan bahwa para tersangka melakukan kegiatan aborsi, tanpa memiliki keahlian atau disiplin ilmu bidang kedokteran spesialis kandungan.

Menurutnya para pelaku baru sebulan membuka praktik aborsi ilegal dengan menyewa kamar di apartemen tersebut.

"Selama beroperasi sejak pertengahan Oktober 2020 sampai pertengahan November 2020, mereka mengaku sudah sekitar 30 kali melakukan praktik aborsi," katanya.

Yusri menjelaskan tarif aborsi yang mereka patok tergantung usia janin. Yakni dari sekitar Rp.2 Juta sampai Rp.8 Juta, untuk satu janin aborsi.

"Para pelaku sejak pertengahan Oktober 2020 telah menyewa unit Apartment tersebut selama satu bulan, untuk melakukan praktik aborsi ilegal," katanya.

Dari kamar unit apartemen itu, menurut Yusri disita sejumlah barang bukti mulai dari sejumlah alat medis berupa pompa janin hingga peralatan lainnya, sampai obat-obatan.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved