Breaking News:

Virus Corona

Kangen Keluarga, Penghuni Wisma Atlet Mau Lompat dari Lantai 20, Diselamatkan Prajurit Paskhas

Di kamar EK, sudah ada Serda Dadang dari Detasemen Matra I Paskhas yang tampak kelelahan memegang tangan kiri EK.

paskhas.mil.id
Prajurit Batalyon Komando 461 Paskhas TNI AU menggagalkan upaya bunuh diri seorang perempuan berinisial EK (50), yang hendak lompat dari Lantai 20, Tower 9, Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (23/2/2021) malam. 

Orang yang baru ke luar dari penjara juga berisiko, karena ketidakmampuan untuk kembali ke kehidupan sosial. Adaptasi yang tidak mudah membuat seseorang memiliki ketahanan mental yang rendah.

 Jadwal Lengkap Pertandingan Kualifikasi Piala AFC U-23 2020

4. Filosofi tentang kematian

Beberapa orang memiliki filosofi berbeda tentang kematian. Bahkan muncul istilah “orang yang bunuh diri, bukan ingin mengakhiri hidupnya, tetapi ingin mengakhiri rasa sakit yang dirasakan.”

Rasa sakit di sini bisa mengacu pada rasa sakit yang disebabkan oleh penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Orang-orang seperti ini tidak dalam keadaan depresi. Mereka melihat tidak adanya peluang untuk hidup, sehingga memilih takdirnya sendiri dengan mempercepat rasa sakit tersebut.

5. Sakit mental lainnya

Studi Psychological Autopsy menemukan bahwa dalam kasus bunuh diri ditemukan adanya satu atau lebih diagnosis sakit mental pada 90 persen orang yang bunuh diri.

Juga ditemukan satu dari dua puluh orang yang menderita skizofrenia mengakhiri hidupnya. Kasus bunuh diri juga ditemukan pada kelainan kepribadian seperti antisosial, borderline, dan narcissistic personality disorder.

Faktor lainnya yang harus diwaspadai adalah:

 Galeri Foto Indonesia Juara Piala AFF U-22 2019, Indra Sjafri: Tuhan Jawab Doa Kita Semua

- Pengalaman buruk

Trauma yang terjadi pada masa kecil dapat terkonsep pada alam bawah sadar kita, sehingga ada kesulitan untuk keluar dari ketakutan tersebut.

Trauma tersebut akan menghambat seseorang, bahkan jika seseorang tidak sanggup memaafkan diri sendiri atas hal buruk yang terjadi padanya. Dampak fatalnya, ia berisiko bunuh diri.

Faktor keturunan juga bisa menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri. Jika ada keluarga Anda yang memiliki riwayat bunuh diri, Anda perlu melatih afirmasi positif ketika memiliki masalah berat atau dalam keadaan apa pun, tetaplah berpikir positif.

 LIVE STREAMING Arsenal Vs Bournemouth: Misi Pertahankan Posisi Empat Besar

Tanda seseorang yang ingin bunuh diri bisa diamati jika ada perubahan prilaku yang terjadi pada keluarga atau kerabat Anda. Bisa jadi ia tak mampu menghadapi permasalahannya dan sedang membutuhkan pertolongan.

Ada beberapa tanda seseorang ingin bunuh diri, seperti:

- Selalu berbicara dan berpikir tentang kematian

 Nenek Berumur 90 Tahun Ini Sempat Viral karena Suka Tidur di Pinggir Jalan, Ternyata Ini Alasannya

Melakukan tindakan yang mengantar pada kematian, seperti menyetir ugal-ugalan, melakukan olahraga ekstrem tanpa berhati-hati, atau mengonsumsi dosis obat berlebihan.

- Kehilangan minat pada hal yang ia sukai

- Berbicara atau memposting sesuatu dengan kata-kata yang kelam, seperti tidak ada harapan dan merasa tidak berharga.

 Tiba di Bandara Soekarno-Hatta Malam Nanti, Timnas Indonesia U-22 Bakal Diguyur Bonus Rp 2,1 Miliar

- Mengatakan sesuatu yang menyalahkan dirinya seperti ‘ini semua tidak akan terjadi jika aku tidak ada di sini’ atau ‘mereka akan lebih baik tanpa diriku’.

- Perubahan suasana hati yang drastis, dari sedih bisa tiba-tiba merasa bahagia.

- Berbicara tentang kematian dan bunuh diri.

- Mengucapkan selamat tinggal pada seseorang, padahal ia tak ada rencana pergi ke mana-mana.

- Depresi berat yang membuatnya memiliki gangguan tidur.

Bagaimana cara menanganinya?

Setiap masalah pasti ada solusinya, seberat apa pun itu, permasalahan juga pasti akan berakhir.

Yang perlu Anda lakukan jika Anda atau kerabat Anda mengalami tanda-tanda ingin bunuh diri, adalah mencari bantuan profesional, kunjungi terapis, dan berkumpul dengan orang-orang yang positif dan suportif.

Selalu ingat, bahwa hidup memang sementara, permasalahan Anda pun hanya sementara tanpa harus mengakhiri hidup Anda. Setiap individu di muka bumi ini berharga dan bisa memiliki peran yang baik, yang terpenting jangan pernah menyerah.

 Timnas U-22 Juara, Mahfud MD Sebut Seperti Embun Pagi di Tengah Panasnya PSSI yang Banyak Setan

Jika kerabat Anda yang mengalaminya, Anda harus menjadi pendengar yang baik, coba bujuk untuk pergi ke terapis, tetapi jangan beradu argumen tentang kematian atau bunuh diri. Orang yang sedang memiliki masalah berat, cenderung tidak berpikir rasional. Terus berikan semangat.

Obat yang dipakai sebagai pengobatan adalah antidepresan, namun Anda harus berkonsultasi dahulu ke dokter sebelum menggunakannya. Beberapa studi menunjukan bahwa neurobiologi bunuh diri disebabkan oleh neurotransmitter serotin, yang memainkan peran sentral pada setiap keinginan bunuh diri. (*)

DISCLAIMER:  Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya adalah menghubungi kesehatan jiwa di rumah sakit terdekat. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved