Breaking News:

VIDEO Wajah Baru Masjid Istiqlal di Milad Ke 43 Tahun

Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid Istiqlal sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika.

Tribunnews/Jeprima
Masjid Istiqlal bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Masjid Istiqlal bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021).

Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam.

Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951.

Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika.

Baca juga: BREAKING NEWS: PSBB Jakarta Diperpanjang 23 Februari-8 Maret Tekan Laju Angka Covid-19

Menilik namanya, “Istiqlal” yang dalam bahasa Arab berarti “Merdeka”, masjid ini jadi salah satu buah pikiran Presiden pertama RI Ir Soekarno, sebagai ungkapan dan wujud rasa syukur kepada Allah Ta’ala yang telah menganugerahkan kemerdekaan dari penjajahan.

Kepanitaan pembangunan diprakarsai Menteri Agama RI kala itu, KH Wahid Hasyim; Anwar Tjokroaminoto, tokoh Syarikat Islam yang juga putra “guru bangsa” HOS Tjokroaminoto, serta KH Taufiqurrahman.

Baca juga: UPDATE Tinggi Muka Air Selasa: Waspada! Pintu Air Pasar Ikan SIAGA 2, Angke Hulu Siaga 3

Dari situ, tercetus pula untuk melakukan sayembara tentang rancangan masjidnya.

Dari berbagai pengajuan rancangan maket yang masuk, dipilihlah juaranya Friedrich Silaban dengan desain bersandi “Ketuhanan”.

Baca juga: Anies Baswedan Nilai PSBB Sekarang Lebih Menantang karena Adanya Cuaca Ekstrem

Arsiten non-muslim itu sebagai juara sayembara, dianugerahi medali emas 75 gram dan uang tunai Rp25 ribu.

Setelah rancangan dipilih dari karya Friedrich Silaban, pemancangan tiang pertama dalam proyek pembangunannya dilakukan langsung pula oleh Presiden Soekarno, pada 25 Agustus 1961 yang juga bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Tribunnews/Jeprima

Penulis: Jeprima
Editor: Murtopo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved