Breaking News:

Breaking News

BREAKING NEWS: PSBB Jakarta Diperpanjang 23 Februari-8 Maret Tekan Laju Angka Covid-19

Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua pekan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dian Anditya Mutiara
YouTube Dinas Kesehatan DKI Jakarta
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti umumkan perpanjangan PSBB Jakarta 23 Februari-8 Maret 2021 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua pekan.

Kebijakan ini dimulai dari Selasa (23/2/2021) sampai Senin (8/3/2021) mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, PSBB diperpanjang guna menekan laju penurunan kasus aktif sekaligus menjaga penurunan penggunaan tempat tidur isolasi atau bed occupancy rate (BOR) di Jakarta.

Keputusan, ini kata dia, telah tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 172 tahun 2021.

“Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa perpanjangan PSBB yang sebelumnya dilaksanakan per tanggal 7-22 Februari 2021 mampu menekan laju kasus aktif di Jakarta,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti berdasarkan keterangannya pasa Selasa (23/2/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS: SETENGAH Juta Orang Tewas Akibat Covid-19 di Amerika Serikat Masker Wajib sampai 2022

Baca juga: CARA DAFTAR Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia, Ada Dua Langkah, Berikut Lengkapnya

Widyastuti memaparkan ada penurunan jumlah kasus aktif saat PSBB sebelumnya.

Saat itu per tanggal 7 Februari 2021 laju kasus aktif di DKI Jakarta sebesar 23.869 orang dan turun secara signifikan per tanggal 21 Februari 2021 menjadi 13.309 orang.

“Laju kasus aktif yang nampak menurun ini juga disumbang oleh peningkatan kesembuhan pasien positif Covid-19, yang mana per tanggal 7 Februari 2021 sebesar 265.359 orang dengan persentase kesembuhan 90,3 persen. Ini meningkat per 21 Februari 2021 sebesar 310.412 orang dengan persentase 94,5 persen dari persentase kesembuhan nasional yang berada pada 85 persen,” ujar Widyastuti.

Sejalan dengan penurunan kasus aktif tersebut, BOR untuk tempat tidur isolasi maupun ICU juga terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Hal ini menunjukkan bahwa treatment (pengobatan) dan langkah Pemprov DKI untuk terus menambah kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU sangat efektif meningkatkan tingkat kesembuhan pasien sehingga berdampak pada berkurangnya BOR.

Baca juga: Ahmad Riza Patria Apresiasi Masyarakat yang Bikin Udara Jakarta Bersih selama Penerapan PSBB

Dia menjelakan, ada penurunan yang cukup signifikan pada keterisian tempat tidur isolasi.

Pada tanggal 5 Februari 2021 ada 8.259 tempat tidur isolasi dan yang telah terpakai 72 persen atau 5.921 persen.

Kemudian pada 21 Februari DKI menambah ketersediaan tempat tidur menjadi 8.321 unit dan terisi 66 persen atau 5.461 unit.

“Sementara itu kapasitas ICU juga mengalami penurunan, yakni per tanggal 5 Februari 2021 kapasitas ICU kami sebesar 1.133 dan terisi 842 atau 74 persen, dan pada 21 Februari 2021 kapasitas ICU sebesar 1.156, terisi 817 atau 71 persen,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved