Turap Saluran Penghubung Longsor, Akses Jalan Vital Yang Dilalui Banyak Warga Beberapa RT Terputus
Turap saluran Phb Kali Induk di Jalan Batu Sari, RT 17/RW 02, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, longsor.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dedy
WARTAKOTALIVE.COM, KRAMATJATI --- Turap saluran Phb Kali Induk di Jalan Batu Sari, RT 17/RW 02, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, longsor.
Ketua RT 17/RW 02 Batu Ampar, Zaenal Arifin mengatakan peristiwa longsornya turap saluran Phb Kali Induk itu terjadi pada Senin (15/2/2021) sekira 02.00 WIB saat hujan deras turun.
“Awalnya sekitar 20 meter yang terdampak. Tapi Sabtu (20/2), turap di bagian yang sama longsor juga, kejadian kedua sekitar 10 meter kena” kata Zaenal, Senin (22/2/2021).
Zaenal menceritakan turap dengan setinggi tiga meter itu mengalami longsor susulan sekira pukul 11.30 WIB saat hujan deras hingga tergerus debit air yang nyaris meluap.
“Dampaknya akses jalan warga terputus, ini akses jalan vital karena banyak dilalui warga beberapa RT,” ujarnya.
Menurut Zaenal, akses warga dari Jalan Batu Sari menuju ke Jalan Raya Bogor terputus akibat longsor.
Sehingga untuk sementara warga harus mencari rute lain.
“Untuk dampak rumah enggak ada, hanya akses jalan warga saja terputus,” ucapnya.
Sementara itu jajaran Satpel Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Kramat Jati sudah melakukan upaya penanganan dengan mengangkut puing longsoran turap.
Hal tsrsebut dilakukan agar tidak mengganggu debit air saluran Phb dan memasang cerucuk dolken guna mencegah longsor meluas.
“Tapi sudah dalam penanganan, mudah-mudahan enggak ada longsor susulan dan perbaikan cepat selesai,” kata Zaenal.
100 KK kebanjiran
Sementara di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, sebanyak 100 kepala keluarga (KK) di RT 06 RW 07 Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, mengalami kebanjiran menyusul longsornya saluran Phb Kali Cipinang.
Camat Ciracas Mamad mengatakan kondisi itu bermula dari tembok pembatas permukiman warga RT 12 dengan RT 06 di RW 07 mengalami longsor Sabtu (20/2) pukul 02.00 WIB.
Material tembok setinggi 3 meter itu longsor dan menimpa saluran Phb Kali Cipinang di perbatasan RT 06 dan RT 12 usai tanahnya itu tergerus hujan dengan intensitas tinggi saat kejadian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/phb-kali-cipinang1222.jpg)