Breaking News:

Bus Sekolah Kembali Beroperasi Melayani Pasien Covid-19

Selain layanan evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19, layanan lainnya yakni antar jemput tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien Covid-19.

Warta Kota
Bus Sekolah dijadikan sebagai angkutan untuk membawa pasien Covid-19 ke tempat karantina resmi yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta kembali melanjutkan layanan evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19.  Sebelumnya layanan ini sempat terhenti akibat banjir. 

Kepala UPAS Dishub DKI Jakarta, Ali Murthado mengatakan banjir yang merendam kantornya sudah surut pada Minggu (21/2/2021) sehingga layanan evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 kembali berjalan. "Alhamdulillah sudah melayani evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 ke RS rujukan dan tempat isolasi khusus lagi," kata Ali, Senin (22/2/2021).

Menurut Ali pihaknya mulai mengevakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 di sejumlah puskesmas kecamatan pada Minggu (21/2/2021) pukul 10.00 WIB.  Di antaranya menyasar Puskesmas Kecamatan Ciracas sebanyak 51 orang, kemudian Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok 15 orang dn Puskesmas Kecamatan Duren Sawit 26 orang. 

Baca juga: Vicky Prasetyo dan Kalina Oktarani Jelaskan Alasan Tunda Pernikahan, Belum Ada Dokumen Wali Nikah

Baca juga: Foto Bareng Sebelum Banjir, Rumiati Ingin Tiap Bulan Sewa Kontrakannya Dibayarin Anies Baswedan

"Untuk akumulasi jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang sudah kita evakuasi sejak awal pandemi sampai Jumat (19/2/2021) sebanyak 18.711 orang," ungkapnya. Selain layanan evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19, layanan lainnya yakni antar jemput tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien Covid-19 juga sudah berjalan normal. 

"Untuk 176 bus yang sebelumnya dipindahkan ke TMII dan hanggar UPAS sekarang dipindahkan lagi ke Kantor UPAS. Seluruh armada aman, tidak terdampak banjir," kata Ali.

Sebelumnya, UPAS Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menghentikan sementara pelayanan evakuasi pasien Covid-19 karena terdampak banjir. Pasalnya Kantor UPAS Dishub DKI Jakarta yang berada di Jalan Raya Pondok Gede, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur ikut terendam banjir hingga lebih dari satu meter. 

Ali mengatakan  untuk sementara layanan antar jemput tenaga kesehatan maupun evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 berhenti. "Sementara layanan nakes (tenaga kesehatan) dan (evakuasi) pasien covid19 di-stop dulu, menunggu air surut," kata Ali, Sabtu (20/2/2021).

Menurut Ali, debit air Kali Cipinang merendam kantor UPAS Dishub DKI Jakarta pada Jumat (20/2/2021) pukul 02.30 WIB. Sehingga seluruh armada bus dievakuasi ke lokasi lebih tinggi. Evakuasi armada bus sekolah itu mengantisipasi peristiwa yang terjadi pada 1 Januari 2020 silam. Ketika itu Kali Cipinang yang meluap membuat bus sekolah rusak terendam banjir.

Baca juga: Cerita Pilu Rombongan Remaja Masjid Alami Kecelakaan Maut di Tebing Tinggi, 9 Orang Meninggal Dunia

Baca juga: Dipangkas Pemerintah, Cuti Bersama 2021 Cuma Tinggal Dua Hari

"Pemberitahuan layanan antar jemput nakes dan evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 dihentikan sementara sudah disampaikan ke puskesmas," ucap Ali. Padahal sejak awal pandemi, pelayanan antar jemput nakes maupun evakuasi pasien Covid-19 oleh jajaran UPAS Dishub DKI tidak pernah terhenti termasuk saat hari raya keagamaan.

"Seluruh armada bus, sebanyak 176 sudah dievakuasi sejak pukul 02.00 WIB, ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah) dan hanggar UPAS. 150 personil dikerahkan untuk evakuasi," ucapnya. Penghentian sementara layanan antar jemput nakes dan evakuasi pasien Covid-19 itu karena mempertimbangkan banyaknya ruas jalan di Jakarta yang terendam banjir.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved