PPKM Mikro

PPKM Mikro Lebih Eefektif Tekan Kasus Covid-19, Ini Kata Presiden Jokowi soal Strategi India

Presiden Jokowi mengatakan, kebijakan PPKM mikro lebih efektif tekan penambahan kasus Covid-19 di Indonesia.

Tribunnews.com
Presiden Jokowi, Sabtu (20/2/2021) mengatakan, kebijakan PPKM mikro lebih efektif tekan penambahan kasus Covid-19 di Indonesia. Foto ilustrasi: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri perayaan Imlek Nasional Tahun 2021, Sabtu (20/02), secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PPKM Mikro diakui oleh Presiden Jokowi lebih efektif tekan penambahan kasus Covid-19 di Indonesia.

Akhir-akhir ini penambahan kasus Covid-19 di Indonesia menurun pascakebijakan PPKM Mikro.

Saat ini pemerintah tidak lagi menggunakan istilah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, tetapi menggantinya dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM berskala mikro.

Video: Kasus Vaksinasi Covid-19 Selebgram Helena Lim, Polda Metro Jaya Dalami Keterlibatan Nakes

PPKM Mikro diterapkan di Indonesia menggantikan kebijakan sebelumnya, yakni pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kasus positif untuk mengendalikan pandemi Covid-19 melalui sejumlah kebijakan, antara lain berupa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

Penerapan kebijakan yang telah dimulai sejak 9 Februari 2021 tersebut didasari oleh hasil evaluasi pemerintah terhadap kebijakan pembatasan dengan cakupan wilayah yang sebelumnya lebih luas.

Baca juga: UPDATE Tinggi Muka Air Minggu: Pintu Air Angke Hulu Siaga 1, Banjir Masih Ancam Jakarta

Baca juga: UPDATE Banjir Jakarta Minggu, BPBD DKI: Pintu Air Angke Hulu Masih SIAGA 1, Sunter Hulu Siaga 2

Saat berbincang dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021, Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan pemerintah menerapkan pembatasan dengan lingkup yang lebih kecil.

Rekaman video perbincangan Presiden dengan pemimpin redaksi media nasional itu ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/2/2021).

"Kenapa saya ngomong di awal minggu itu PPKM tidak efektif? Ya karena memang kurvanya tidak ada yang melandai turun. Tetapi yang kedua kelihatan sekali sudah turun. Yang ketiga ini turun lagi. Kasus aktif juga kalau kita ingat, mungkin tiga minggu yang lalu, itu masih di angka-angka 14 ribu bahkan 15 ribu. Sekarang minggu-minggu terakhir kemarin ini, sudah di 8 ribu-9 ribu," kata Presiden.

Baca juga: WANITA EMAS Bagi-bagi Uang Bagi Korban Banjir di Cipinang Melayu Dibubarkan Petugas, Ini Alasannya

Menurut Presiden, pembatasan dengan lingkup kecil akan lebih efektif dibandingkan dengan lingkup yang luas.

Presiden mencontohkan, jika hanya ada satu orang di satu RT yang terinfeksi Covid-19, maka cukup RT tersebut yang dikarantina.

"Awal-awal sebetulnya juga saya sudah sampaikan, PSBB skala mikro. Karena enggak efektif. Wong yang merah itu satu RT kok, yang di-lockdown, di-PSBB-kan satu kota, ekonominya dong yang kena. Kalau yang kena satu kelurahan, ya sudah satu kelurahan itu saja yang diisolasi, dikarantina, tapi bukan satu kota," jelasnya.

Kebijakan serupa PPKM skala mikro juga telah diterapkan di negara lain selain Indonesia, antara lain di India.

Baca juga: PRIMBON JAWA: Ini Alasan Weton Sabtu Pahing Sangat Disegani dan Berwibawa di Lingkungannya

Kepala Negara menyebut bahwa India berhasil menekan kasus aktif bukan melalui kebijakan lockdown secara luas, melainkan lockdown dalam skala mikro.

"Meskipun awal-awal India itu lockdown total. Sehingga kok India sekarang ganti ini? Ternyata strateginya sama, PPKM skala mikro," paparnya.

Presiden memandang bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk menjalankan kebijakan tersebut, yakni perangkat pemerintahan hingga unsur terkecil di tingkat RT/RW, maupun perangkat aparat keamanan dari TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Hal tersebut diyakini akan sangat membantu pelaksanaan PPKM skala mikro.

Baca juga: Dewi Tanjung Desak Presiden Pecat Novel Baswedan, Tujuannya Biar Negara Bebas dari Korupsi

"Saya melihat kekuatan kita itu memiliki desa yang ada RT/RW-nya dan di situ ada yang namanya Babinsa dan Bhabinkamtibmas, ini yang semua perangkat itu yang kita pakai sekarang ini. Memang kalau nanti kita di _dashboard_ kita sudah sampai ke level RT, itu memudahkan sekali," jelasnya. (Antaranews)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved