Berita Nasional

Wacana Presiden Tiga Periode Kembali Ramai Dibahas, Tengku Zul Singgung Ambisi dan Keserakahan

Tengku Zulkarnain menyebut, seseorang yang dianggap gagal dalam menjalankan tugas seharusnya merasa malu dan tahu diri.

Editor: Feryanto Hadi
Faizal Rapsanjani
Tengku Zulkarnain menanggapi wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Beberapa hari terakhir kembali marak pembahasan soal wacana presiden tiga periode.

Wacana ini sebenarnya sudah cukup lama keluar, salah satunya dari Ketua DPR RI Puan Maharani beberapa waktu lalu.

Pernyataan Puan tersebut belakangan kembali diunggah sejumlah warganet hingga sejumlah tokoh turut berkomentar.

Saat itu, Puan Maharani menilai wacana terkait penambahan masa jabatan presiden harus dikaji.

Baca juga: Sempat Viral di Medsos, Dua Jambret Spesialis Anak Kecil Dibekuk saat Sembunyi di Rumah Istri Muda

Ia merencanakan kajian penambahan masa jabatan presiden dilakukan di Komisi II yang membidangi pemerintahan.

"Itu masih wacana tentu harus dikaji kembali secara baik. Jangan sampai kita mundur ke belakang," kata Puan, Senin (25/11/2019) silam.

Munculnya wacana penambahan masa jabatan presiden berawal dari pernyataan Wakil Ketua MPR Arsul Sani.

Baca juga: Jangan Tunda Lagi Beli Rumah, Mulai 1 Maret Pemerintah Keluarkan Kebijakan Uang Muka Nol Persen

Ia menyebut ada partai politik yang mengusulkan masa jabatan presiden dan wakil presiden ditambah menjadi tiga periode.

Partai politik yang dimaksud adalah Nasdem.

"Ini ada yang menyampaikan seperti ini (masa jabatan presiden ditambah 3 periode) kalau tidak salah mulai dari anggota DPR dari Fraksi Nasdem tentu kita harus tanyakan kepada yang melayangkan secara jelas apa," kata Arsul di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jumat (22/11/2019).

Baca juga: Dikabarkan Sakit hingga Hampir Pingsan, Polisi Jelaskan Kondisi Terbaru Habib Rizieq

Wacana tersebut kembali mengemuka pada akhir tahun 2020.

mengemuka di media sosial akhir-akhir ini.

Berawal dari pernyataan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, yang menyampaikan pandangannya terkait dinamika politik pada 2021 setelah rampungnya gelaran Pilkada Serentak yang berlangsung pada 9 Desember 2020 silam.

Dalam pernyataannya, Qodari menuturkan adanya kemungkinan skenario luar biasa berduetnya Joko Widodo dengan Prabowo Subianto.

Beberapa di antaranya yang turut angkat bicara bahkan tokoh-tokoh politk nasional.

Baca juga: Ayus dan Nissa Sabyan Dikabarkan Jalani Hubungan Terlarang, Manajemen Sabyan Pilih Tutup Mulut

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved